Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Tiongkok Akui Efektivitas Vaksin Sinovac Tergolong Rendah

Minggu, 11 April 2021 | 20:03 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Seorang wanita menerima dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Sinovac di Bangkok, Thailand, Rabu 7 April 2021.

Chengdu, Beritasatu.com- Pejabat pengendalian penyakit tertinggi Tiongkok mengakui efektivitas vaksin Covid-19 Sinovac tergolong rendah. Seperti dilaporkan AP, Minggu (11/4/2021) pemerintah sedang mempertimbangkan pencampuran untuk memberi efek dorongan.

“Vaksin Tiongkok tidak memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi," kata direktur Pusat Pengendalian Penyakit Tiongkok, Gao Fu, pada konferensi pada Sabtu di kota barat daya Chengdu.

Advertisement

Beijing telah mendistribusikan ratusan juta dosis vaksin Sinovac di negara lain.

“Sekarang dalam pertimbangan formal apakah kami harus menggunakan vaksin yang berbeda dari jalur teknis yang berbeda untuk proses imunisasi,” kata Gao.

Tingkat efektivitas vaksin virus corona dari Sinovac, pengembang Tiongkok, dalam mencegah infeksi gejala telah ditemukan serendah 50,4% oleh para peneliti di Brasil. Sebagai perbandingan, vaksin yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech terbukti efektif 97%.

Beijing belum menyetujui vaksin asing untuk digunakan di Tiongkok, tempat virus corona muncul pada akhir 2019.

Gao tidak memberikan rincian kemungkinan perubahan dalam strategi tetapi menyebutkan mRNA, teknik eksperimental sebelumnya yang digunakan oleh beberapa pengembang vaksin Barat, sementara pembuat obat Tiongkok menggunakan teknologi tradisional.

“Setiap orang harus mempertimbangkan manfaat vaksin mRNA bagi umat manusia. Kita harus mengikutinya dengan hati-hati dan tidak mengabaikannya hanya karena kita sudah memiliki beberapa jenis vaksin,” kata Gao.

Gao sebelumnya mengajukan pertanyaan tentang keamanan vaksin mRNA. Dia dikutip oleh kantor berita resmi Xinhua yang melaporkan pada bulan Desember dia tidak dapat mengesampingkan efek samping negatif karena digunakan untuk pertama kalinya pada orang sehat.

Media pemerintah Tiongkok dan blog kesehatan dan sains populer juga mempertanyakan keamanan dan efektivitas vaksin Pfizer-BioNTech, yang menggunakan mRNA.

Pada 2 April, menurut Gao, sekitar 34 juta orang telah menerima dua dosis yang dibutuhkan oleh vaksin Tiongkok dan sekitar 65 juta menerima satu.

Para ahli mengatakan mencampurkan vaksin, atau imunisasi berurutan, dapat meningkatkan tingkat keefektifan. Percobaan di seluruh dunia sedang melihat pencampuran vaksin atau memberikan suntikan penguat setelah jangka waktu yang lebih lama.

Para peneliti di Inggris sedang mempelajari kemungkinan kombinasi vaksin Pfizer-BioNTech dan Astrazeneca.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Positif Covid-19, Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia

#2
Tundukkan Granada, Real Betis Masuk Zona Liga Europa

#3
Komisi IX DPR Sudah Ingatkan agar Hati-hati Pakai Vaksin Astrazeneca

#4
Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

#5
Awas ! Empat Provinsi di Pulau Sumatera Meningkat Tajam Positif Covid-19

#6
Gawat! Sebanyak 4.123 Pemudik Positif Covid-19

#7
Ibadah Haji 2021, Cak Imin Minta Pemerintah Lobi Arab Saudi

#8
Israel Balas Serangan Roket Hamas, 20 Tewas

#9
Polda Jawa Barat Lakukan Penyekatan Berlapis di Pantura

#10
Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, Fadli Zon: Almarhum Ulama Berani dan Kritis

TERKINI


MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021