Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pabrik dan Bank Ditutup, Ekonomi Myanmar Runtuh

Minggu, 11 April 2021 | 22:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Orang-orang mengantre saat mereka menunggu untuk menggunakan anjungan tunai mandiri (ATM) Bank KBZ di Yangon, Myanmar pada Rabu 7 April 2021, di tengah operasi perbankan yang tegang karena demonstrasi menentang kudeta militer.

Yangon, Beritasatu.com- Perekonomian Myanmar mengalami keruntuhan saat banyak pabrik dan bank ditutup pascakudeta. Seperti dilaporkan WSJ, Sabtu (10/4/2021), para ahli memperkirakan kontraksi dua digit ekonomi akan dialami Myanmar yang kini dikendalikan junta militer.

Sebelum kudeta terjadi, Myanmar sebenarnya telah membuat kemajuan dalam satu dekade terakhir untuk pengentasan kemiskinan dan menarik investasi asing.

Advertisement

Tapi kini, kantor cabang bank di Myanmar ditutup dan pegawai pemerintah memboikot pekerjaan. Pekerja pabrik pun telah melarikan diri ke rumah pedesaan. Sementara perusahaan asing telah menerbangkan karyawannya ke luar negeri. Sebagian besar akses internet terputus.

Lebih dari dua bulan sejak militer merebut kekuasaan dalam kudeta dan melancarkan kampanye mematikan untuk menekan protes, ekonomi Myanmar pun runtuh. Bank Dunia dan lainnya memperkirakan kontraksi dua digit selama tahun 2021.

Pergolakan ini menghapus keuntungan besar yang telah dicapai Myanmar dalam mengurangi kemiskinan. Junta telah menakuti bisnis dan turis asing yang telah berbuat banyak untuk mengangkat Myanmar selama dekade terakhir.

Myanmar sudah menjadi salah satu negara termiskin di Asia. Enam juta orang hidup dengan kurang dari US$ 3,20 (Rp 46.540) sehari, ambang kemiskinan bagi negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah seperti Myanmar.

Seperempat dari anak-anak Myanmar bertubuh terlalu kecil untuk usia mereka karena gizi yang tidak memadai. Selama setengah abad, Myanmar diperintah oleh jenderal militer yang memberlakukan kebijakan yang menghancurkan.

Gambaran tersebut mulai terus berubah selama dekade terakhir karena pembukaan demokrasi membawa sebagian pemerintah sipil ke tampuk kekuasaan dan lebih banyak investasi internasional mengalir masuk. Menurut data Bank Dunia, kemiskinan Myanmar menurun menjadi 24,8% pada 2017 dari 42,2% pada 2010.

Kemajuan dalam dekade terakhir sekarang sedang terbalik. Setelah kudeta, yang menggulingkan pemerintah terpilih, Bank Dunia mengatakan jumlah orang yang hidup dengan kurang dari US$ 3,20 diperkirakan akan meningkat sebesar 30% pada tahun 2021. Jumlah itu berarti 10,8 juta orang miskin tambahan dalam satu tahun.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

DUNIA | 11 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Positif Covid-19, Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia

#2
Tundukkan Granada, Real Betis Masuk Zona Liga Europa

#3
Komisi IX DPR Sudah Ingatkan agar Hati-hati Pakai Vaksin Astrazeneca

#4
Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

#5
Awas ! Empat Provinsi di Pulau Sumatera Meningkat Tajam Positif Covid-19

#6
Gawat! Sebanyak 4.123 Pemudik Positif Covid-19

#7
Ibadah Haji 2021, Cak Imin Minta Pemerintah Lobi Arab Saudi

#8
Israel Balas Serangan Roket Hamas, 20 Tewas

#9
Polda Jawa Barat Lakukan Penyekatan Berlapis di Pantura

#10
Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, Fadli Zon: Almarhum Ulama Berani dan Kritis

TERKINI


RAMADAN | 11 Mei 2021

KESEHATAN | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021