Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Swedia Tuding Rusia Dalang Peretasan Badan Olahraga

Selasa, 13 April 2021 | 23:46 WIB
Oleh : JAS
Ilustrasi peretasan.

Jakarta, Beritasatu.com - Pihak berwenang Swedia menuding intelijen militer Rusia telah meretas badan olahraga Swedish Sports Confederation untuk mendiskreditkan para atletnya, namun tidak berencana untuk mengajukan tuntutan.

Peretasan dicurigai terjadi antara Desember 2017 hingga Mei 2018, ketika peretas diyakini telah memperoleh akses ke data pribadi atlet Swedia, termasuk catatan medis.

Advertisement

Mereka yang data pribadinya bocor, di antaranya pesepakbola putri Swedia, Olivia Schough.

Menurut AFP, Selasa (13/4/2021), Badan Keamanan Dalam Negeri Swedia, Sapo, meyakini bahwa para peretas terkait dengan pusat ke-85 intelijen militer Rusia, GRU, yang juga dikenal sebagai APT28 atau Fancy Bear.

"Dugaan pelanggaran data... adalah contoh ketika olahraga digunakan untuk memperkuat citra negaranya sendiri sekaligus mendiskreditkan negara lain dan atletnya," kata kepala kontra-intelijen Sapo, Daniel Stenling.

Dalam pernyataan terpisah, jaksa penuntut Swedia mengatakan telah memutuskan untuk membatalkan penyelidikan "karena kurangnya prasyarat yang diperlukan untuk melakukan proses hukum di luar negeri atau ekstradisi ke Swedia."

Peretasan itu "bagian dari kampanye Rusia yang ditujukan terhadap organisasi anti-doping nasional dan internasional seperti WADA dan USADA", kata jaksa penuntut umum Mats Ljungqvist.

Rusia telah dilarang menurunkan tim nasional di dua Olimpiade ke depan dan event olahraga kejuaraan dunia apa pun selama dua tahun ke depan, setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dengan suara bulat menemukan bahwa mereka tidak mematuhi aturan anti-doping internasional.

Pada 2018, dakwaan Departemen Kehakiman AS menuduh tujuh peretas GRU berusaha membalas sanksi tersebut dengan membocorkan informasi pada 2016 tentang tes narkoba dan penggunaan narkoba oleh ratusan atlet top dunia.

Mereka yang menjadi target termasuk bintang tenis Serena dan Venus Williams, pesenam Simone Biles dan pembalap sepeda Chris Froome, yang semuanya telah menerima pengecualian untuk penggunaan obat-obatan yang dilarang WADA.

Menurut jaksa AS, kebocoran itu ditujukan untuk merusak, membalas dan mendelegitimasi pekerjaan WADA.



Sumber: ANTARA/AFP


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Tundukkan Granada, Real Betis Masuk Zona Liga Europa

#2
Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

#3
Gibran: 12 Pemudik Dikarantina di Solo

#4
Israel Balas Serangan Roket Hamas, 20 Tewas

#5
Viral Video Iring-Iringan Rombongan Jokowi Mudik, Ini Penjelasan Istana

#6
Penentuan 1 Syawal 1442 H, Ini Penjelasan BMKG

#7
Pemudik Motor Tak Terbendung, Penyekatan di Kedungwaringin Bekasi Buka Tutup

#8
Ulama India Imbau Buka Masjid dan Sekolah untuk Pasien Covid-19

#9
Polisi: Teroris MIT Ali Kalora Penggal 2 Warga Sipil di Poso

#10
4.942 Anak di Sumatera Barat Terpapar Covid-19

TERKINI


BOLA | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

HIBURAN | 11 Mei 2021

GAYA HIDUP | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021