Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Biontech Akan Bangun Pabrik Vaksin di Singapura

Selasa, 11 Mei 2021 | 07:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Foto dokumentasi pada 27 Maret 2021 ini memperlihatkan logo perusahaan di pabrik baru perusahaan Jerman BioNTech untuk produksi vaksin Covid-19 terlihat di Marburg, Jerman tengah.

Berlin, Beritasatu.com- Perusahaan bioteknologi Jerman Biontech SE menyatakan pada Senin (10/5/2021), akan membangun fasilitas manufaktur vaksin mRNA yang terintegrasi penuh di Singapura.

Seperti dilaporkan Xinhua, pabrik vaksin Biontech telah didukung oleh Singapore Economic Development Board (EDB). Menurut perusahaan, fasilitas tersebut akan beroperasi pada 2023.

Advertisement

Biontech juga akan mendirikan hub pertamanya di kawasan Asia-Pasifik dengan mendirikan kantor pusat regional di Singapura.

"Memiliki banyak simpul dalam jaringan produksi kami merupakan langkah strategis yang penting dalam membangun jejak dan kapabilitas global kami," kata Ugur Sahin, kepala eksekutif (CEO) dan salah satu pendiri Biontech.

Menurut Biontech, situs yang direncanakan akan menjalankan produksi mRNA yang sangat otomatis dan ujung-ke-ujung untuk pembuatan bahan obat, produk obat dan pengisian dan penyelesaian. Fasilitas tersebut diperkirakan menghasilkan beberapa ratus juta dosis per tahun, bergantung pada vaksin tertentu.

"Investasi ini akan memungkinkan Singapura untuk mengembangkan kapabilitas dalam modalitas terapeutik baru yang penting sebagai bagian dari strategi untuk menumbuhkan industri biofarmasi kami," kata Beh Swan Gin, ketua EDB.

Kinerja keuangan Biontech pada kuartal pertama 2021 (Q1) yang belum diaudit yang diterbitkan pada hari Senin memperlihatkan pendapatan meroket menjadi sekitar 2,05 miliar euro (US$ 2,5 miliar atau Rp 35,5 triliun) setelah kurang dari 28 juta euro pada Q1 tahun lalu.

“Peningkatan pendapatan ini terutama karena pasokan vaksin Covid-19 yang meningkat pesat di seluruh dunia,” kata Biontech.

Perkiraan pendapatan vaksin Covid-19 ke Biontech setelah pengiriman kontrak pasokan yang saat ini ditandatangani sekitar 1,8 miliar dosis adalah 12,4 miliar euro (Rp 213 triliun).

Menurut perusahaan Jerman itu, per 6 Mei, lebih dari 450 juta dosis BNT162b2, vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Biontech dan perusahaan Amerika Serikat (AS) Pfizer, telah dipasok ke 91 negara atau wilayah di seluruh dunia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio Harus Diketahui Sumber Dananya

#2
Kartu Vaksin Kini Jadi Persyaratan Kegiatan Warga

#3
Olimpiade Tokyo: Kejutan, Rahmat Erwin Abdullah Sabet Perunggu Angkat Besi

#4
Update Covid-19, Tambah 43.856 Total Kesembuhan Jadi 2,64 Juta Orang

#5
Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid-19, Bagaimana Ketentuan OJK?

#6
Wali Kota Bekasi Minta Satgas Pamor RW dan Puskesmas Lebih Responsif

#7
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 Juli 2021

#8
Olimpiade Tokyo: Bikin Tegang, Marcus/Kevin Akhirnya Terhenti di Perempat Final

#9
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Dua Kali Lipat Kasus Positif

#10
Olimpiade Tokyo: Tersingkir, Kento Momota Sulit Terima Kenyataan

TERKINI


MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

DIGITAL | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

OLAHRAGA | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021