Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

Selasa, 11 Mei 2021 | 09:10 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Kerabat melakukan ritual agama terakhir sebelum mengkremasi orang yang mereka cintai, yang meninggal karena Covid-19, di tepi Sungai Gangga, India

New Delhi, Beritasatu.com - Sedikitnya 40 sosok mayat ditemukan terdampar di tepi sungai Gangga, di India utara. Seperti dilaporkan BBC, Selasa (11/5/2021), para pejabat setempat mengatakan puluhan mayat tersebut diduga korban meninggal akibat Covid-19.

Penemuan mayat itu terdapat di dekat perbatasan antara negara bagian Bihar dan Uttar Pradesh dan telah dikonfirmasi ke BBC pada hari Senin. Tidak jelas bagaimana jenazah itu bisa berada di sana. Tetapi laporan media lokal menunjukkan bahwa puluhan mayat itu mungkin adalah korban Covid-19.

Advertisement

Beberapa laporan media mengatakan sebanyak 100 mayat telah ditemukan, dan kondisi mereka menunjukkan bahwa mereka mungkin sudah berada di sungai selama beberapa hari.

"Ada kemungkinan mayat-mayat ini telah keluar dari Uttar Pradesh," kata seorang pejabat setempat, Ashok Kumar, kepada BBC setelah menanyai penduduk setempat.

Kumar mengatakan puluhan jenazah itu akan dikubur atau dikremasi. Para pejabat mengatakan mayat-mayat itu tampak "membengkak" dan "sebagian terbakar". Saluran berita NDTV India melaporkan puluhan mayat itu mungkin berakhir di sungai sebagai bagian dari praktik mengkremasi korban virus corona di sepanjang sungai Gangga di Uttar Pradesh.

Uttar Pradesh adalah negara bagian terpadat di India. Gelombang kedua virus menyerang beberapa negara bagian India, dengan kematian meningkat secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian besar krematorium di negara itu bahkan kehabisan ruang.

India sekarang menjadi episentrum pandemi global. Negara ini telah mencatat lebih dari 22,6 juta kasus virus corona dan 246.116 kematian terkait Covid sejak dimulainya pandemi, menurut data Universitas Johns Hopkins. Namun para ahli percaya jumlah kematian sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Bantah Hoax, Ini Pernyataan Resmi Siloam Hospitals Lippo Village Terkait Pelayanan Kesehatan

#2
Romo Magnis: Jangan Suruh Masyarakat Pilih Pancasila atau Agama

#3
Hindari Polarisasi, Jokpro Dorong Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024

#4
840 Kendaraan Wisatawan Pelat Jakarta Diputar Balik di Puncak

#5
Breaking: Ebrahim Raisi Menangi Pilpres Iran

#6
Israel Menjuluki Presiden Terpilih Iran “Tukang Jagal Teheran”

#7
Ronaldo dan Deretan Rekor yang Dipecahkan

#8
Pentolan Seknas Jokowi-Prabowo 2024 Berkumpul di Jakarta

#9
Hari Ini Indonesia Terima Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap 17

#10
Joachim Loew: Mental Jerman Hebat

TERKINI


EKONOMI | 20 Juni 2021

KESEHATAN | 20 Juni 2021

NASIONAL | 20 Juni 2021

NASIONAL | 20 Juni 2021

EKONOMI | 20 Juni 2021

OLAHRAGA | 20 Juni 2021

EKONOMI | 20 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 20 Juni 2021

KESEHATAN | 20 Juni 2021

EKONOMI | 20 Juni 2021