Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

1MDB Malaysia Tuntut Pengembalian Dana Rp 327 Triliun

Selasa, 11 Mei 2021 | 12:16 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Plang 1MDB terlihat di salah satu bangunan di Malaysia.

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Dana kekayaan kedaulatan 1MDB Malaysia dan bekas anak perusahaannya telah mengajukan 22 tuntutan hukum untuk pengembalian aset senilai lebih dari US$ 23 miliar (Rp 327 triliun) dari berbagai institusi dan individu. Seperti dilaporkan AP, pernyataan itu disampaikan Kementerian Keuangan Malaysia.

Dana 1MDB didirikan oleh mantan perdana menteri Najib Razak pada 2009, tetapi menumpuk utang miliaran dan memicu penyelidikan di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Penyelidik AS menuduh bahwa lebih dari US$ 4,5 miliar (Rp 63,9 triliun) dicuri dari 1MDB dan dicuci oleh rekan-rekan Najib.

Advertisement

Menteri Keuangan Zafrul Abdul Aziz mengatakan upaya pemulihan pemerintah sekarang difokuskan pada "mengejar pelaku kesalahan lain" yang telah menyebabkan kerugian bagi 1MDB dan SRC International menyusul penyelesaian yang berhasil dengan perusahaan AS Goldman Sachs, Grup AmBank Malaysia, dan Deloitte PLT.

Awal bulan ini, 1MDB mengajukan enam gugatan terhadap sembilan entitas termasuk dua lembaga keuangan asing dan 25 orang atas berbagai pelanggaran termasuk pelanggaran kepercayaan, penipuan, dan kelalaian. SRC mengajukan 22 tuntutan hukum terhadap 15 individu dan delapan entitas atas kesalahan serupa.

“Kedua perusahaan tersebut berpendapat bahwa entitas dan orang-orang tersebut diperkaya secara tidak adil dengan menerima uang secara tidak sah dari 1MDB atau SRC,” kata kementerian tersebut yang tidak menyebutkan nama entitas atau individu mana pun.

“Pemerintah tidak akan berhenti sampai semua yang terlibat dimintai pertanggungjawaban penuh atas kesalahan yang disebabkan negara melalui keterlibatan mereka dalam 1MDB dan SRC,” kata Zafrul.

Malaysia menerima penyelesaian 10,5 miliar ringgit (US$ 2,5 miliar atau Rp 35,5 triliun) dari Goldman Sachs Agustus lalu. Kementerian tersebut menyatakan pemerintah juga akan menerima 2,83 miliar ringgit (US$ 689 juta atau Rp 9,79 triliun) dari AmBank Group dan 336 juta ringgit (US$ 80 juta atau Rp 1,13 triliun) dari Deloitte.

Kisah 1MDB memicu kemarahan publik yang menyebabkan kekalahan koalisi Najib yang telah lama berkuasa dalam pemilu 2018. Tetapi koalisi itu telah mendapatkan kembali kekuasaan dengan bergabung dengan aliansi yang tidak terpilih yang mengambil alih tahun lalu.

Najib dinyatakan bersalah tahun lalu dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dalam sidang pertama dari beberapa pengadilan korupsi terkait dengan skandal 1MDB. Dia mengajukan banding atas hukuman tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 10 Mei 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio Harus Diketahui Sumber Dananya

#2
Siapa Sosok Akidi Tio yang Sumbang Rp 2 Triliun untuk Penanganan Covid-19?

#3
Kartu Vaksin Kini Jadi Persyaratan Kegiatan Warga

#4
Olimpiade Tokyo: Kejutan, Rahmat Erwin Abdullah Sabet Perunggu Angkat Besi

#5
Update Covid-19, Tambah 43.856 Total Kesembuhan Jadi 2,64 Juta Orang

#6
Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid-19, Bagaimana Ketentuan OJK?

#7
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 Juli 2021

#8
Wali Kota Bekasi Minta Satgas Pamor RW dan Puskesmas Lebih Responsif

#9
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Dua Kali Lipat Kasus Positif

#10
Olimpiade Tokyo: Tersingkir, Kento Momota Sulit Terima Kenyataan

TERKINI


EKONOMI | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

DUNIA | 29 Juli 2021

OLAHRAGA | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021