Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Ulama India Imbau Buka Masjid dan Sekolah untuk Pasien Covid-19

Selasa, 11 Mei 2021 | 13:30 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Para pasien Covid-19 berbaring di tempat tidur mereka di Masjid Jahangirpura, Vadodara, India.

New Delhi, Beritasatu.com- Gelombang kedua Covid-19 telah melumpuhkan sistem kesehatan nasional India. Seluruh rumah sakit tak sanggup lagi menampung pasien dan memberikan layanan medis. Menghadapi situasi krisis itu, ulama India mengimbau masjid dan sekolah-sekolah agama Islam bersedia menampung para pasien Covid-19.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (10/5/2021), Kasus infeksi harian mencapai lebih dari 360.000, sedangkan kasus kematian sempat mencapai 4.000.

Advertisement

Moulana Umer Ahmad Ilyas, pengkhotbah utama Organisasi Imam India yang berbasis di Delhi, telah mengimbau umat Islam di seluruh India untuk membuka masjid dan sekolah agama sebagai pusat Covid.

"Saya telah mengimbau umat Islam karena kami memiliki 550.000 masjid di seluruh India untuk mengubahnya menjadi pusat fasilitasi bagi pasien," kata Ilyas kepada kepada Al Jazeera.

Di daerah Okhla, New Delhi, para pemimpin agama dan anggota komunitas memutuskan untuk membuka 20 masjid sebagai bangsal perawatan dan isolasi Covid.

“Virus ini menyebar dengan cepat dan, dengan mengingat situasi, saya mengimbau semua Muslim untuk berdoa di rumah dan membantu orang lain.” ujarnya.

Di selatan kota Bengaluru - yang dikenal sebagai lembah silikon India - komunitas Muslim telah menawarkan masjid, seminari, dan aula pernikahan untuk digunakan sebagai pusat perawatan darurat.

Tidak ada ibadah yang lebih besar saat ini di bulan suci Ramadan selain menyelamatkan orang

Mullah Maqsood Imran, seorang ulama dan bagian dari kelompok Muslim SOS di negara bagian Karnataka, mengatakan mereka kewalahan dengan pesan dan panggilan putus asa yang terus berdatangan sepanjang waktu.

“Tadi malam, seorang wanita berusia 30 tahun membutuhkan oksigen dan kami mendapat pesan di grup pada jam 9 malam, kami membutuhkan waktu hingga jam 2 pagi untuk mengatur tempat tidur oksigen untuknya. Kami tidak beristirahat sampai saat itu. Situasinya memburuk di sini,” katanya kepada Al Jazeera, seraya menambahkan bahwa di masjid itu 50 pasien mendapatkan perawatan dari satu minggu terakhir dengan fasilitas oksigen dan paramedis.

Lalit Kanth, seorang ahli epidemiologi dan ahli kesehatan yang berbasis di New Delhi, mengatakan bahwa inisiatif dari masyarakat telah datang karena lembaga pemerintah tampaknya telah gagal.

“Inisiatif sosial oleh orang-orang dan relawan dari komunitas yang berbeda sangat disambut baik. Komunitas selalu maju untuk membantu pada saat bencana,” puji Kanth.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Tindakan Ronaldo Buat Nilai Pasar Saham Coca-Cola Turun Triliunan Rupiah

#2
Covid-19 Meningkat, Kota Bogor Berlakukan Kembali Ganjil Genap

#3
Satgas Nemangkawi Temukan Catatan Bantuan Pemda Puncak ke Petinggi KKB

#4
Kapolri Setuju Jalur Sepeda di Sudirman-Thamrin Dibongkar, Anies Belum Keluarkan Keputusan

#5
Covid-19 Meningkat, Bandung Hentikan Uji Coba Belajar Tatap Muka di Sekolah

#6
Sejumlah Musisi Berkolaborasi Rilis Mini Album

#7
Politikus Gerindra Tegaskan RUU KUP Belum Dibahas

#8
Kemkes: Vaksin Gotong Royong Tak Boleh Sama dengan Vaksin Program Pemerintah

#9
Ironis, Petugas di Posko Covid-19 di Labuan Bajo Tidak Kenakan Masker

#10
Penjual Senjata KKB Diduga Terima Uang dari Ketua Dewan Tolikara

TERKINI


DUNIA | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

BOLA | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

EKONOMI | 17 Juni 2021

NASIONAL | 17 Juni 2021

NASIONAL | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021