Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Korban Ledakan Gas di Tiongkok Bertambah, 25 Tewas

Selasa, 15 Juni 2021 | 07:28 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Ledakan saluran gas mengoyak kompleks perumahan di provinsi Hubei, Tiongkok tengah, pada Minggu 13 Juni 2021.

Beijing, Beritasatu.com - Korban tewas akibat ledakan gas di sebuah kompleks perumahan di Tiongkok Tengah telah meningkat menjadi 25 orang dari sebelumnya 12. Demikian laporan media pemerintah di Beijing pada Senin (14/6/2021), di saat pihak berwenang melanjutkan operasi penyelamatan.

Beberapa bangunan hancur dalam peristiwa ini, dan lebih dari 100 orang terluka dalam ledakan di sebuah gedung dua lantai yang ramai dengan pembeli dan orang-orang yang sedang sarapan di kota Shiyan di provinsi Hubei pada Minggu (13/6/2021) pagi.

Kantor informasi Hubei mengatakan pada Senin, jumlah korban tewas kini telah meningkat menjadi 25, lebih dari dua kali lipat penghitungan sebelumnya, kata kantor berita Xinhua.

Sebanyak 2.000 orang petugas penyelamat telah dikerahkan di lokasi itu, dengan 900 orang dievakuasi karena bangunan di sekitarnya mungkin rusak akibat ledakan itu, kata pemerintah kota.

Ledakan itu terjadi di sebuah gedung yang sebelumnya merupakan tempat pembuatan rangka kendaraan.

Beberapa korban selamat mengatakan kepada media lokal. pipa gas telah rusak setelah pabrik dipindahkan tahun lalu.

"Pada bulan Maret, pekerja dari perusahaan gas datang dan bertanya apakah saya mencium bau gas," kata salah satu korban selamat yang mengelola kios di pasar kepada situs web lokal Health Times.

“Setelah bertanya-tanya, mereka kemudian pergi”.

Kecelakaan industri sering terjadi di Tiongkok karena standar keselamatan yang lemah dan korupsi di antara pejabat yang ditugaskan untuk menegakkannya.

Ledakan pada Minggu itu juga memicu pernyataan dari Presiden Tiongkok Xi Jinping

yang mendesak pejabat setempat untuk mempelajari pelajaran mendalam dari insiden itu.

"Semua wilayah dan departemen terkait harus mengambil pelajaran dari satu sama lain ... menyelidiki berbagai bahaya keselamatan dan mencegah keadaan darurat besar," katanya.

"Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban".



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kasus Sengketa Tanah Rocky Gerung, Camat dan BPN Silang Pendapat

#2
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#3
Bayi 10 Bulan Dicat Jadi Manusia Silver Tanpa Sepengetahuan Ibu Kandung

#4
Imbal Hasil SUN Diproyeksi Naik Dipengaruhi Sentimen Tapering The Fed

#5
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#6
Dua Ormas Bentrok di Perbatasan Cianjur-Sukabumi, Satu Tewas

#7
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#8
Lamongan Dipilih Jadi Pilot Project Penanganan Kemiskinan Ekstrem Nasional

#9
Piala Sudirman: Greysia/Apriyani Disimpan, Ini Susunan Tim Indonesia Lawan Rusia

#10
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

TERKINI


EKONOMI | 27 September 2021

HIBURAN | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021