Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Kematian Migran di Mediterania Meningkat Lebih dari Dua Kali Lipat

Kamis, 15 Juli 2021 | 18:33 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Para migran tiba di pelabuhan el-Ketef di Ben Guerdane di Tunisia selatan dekat perbatasan dengan Libia pada 27 Juni 2021. Para migran diselamatkan oleh garda nasional Tunisia selama upaya penyeberangan Mediterania dengan perahu.

Roma, Beritasatu.com- Jumlah migran dan pengungsi yang meninggal di Laut Mediterania telah meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020.

Seperti dilaporkan Arabnews, Rabu (14/7/2021), Laut Mediterania merupakan rute laut berbahaya untuk mencapai Eropa dari pantai Afrika Utara.

Advertisement

Menurut laporan baru dari badan PBB Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), setidaknya 1.146 orang kehilangan nyawa tahun ini antara Januari dan Juni.

Jumlah orang yang bepergian melalui jalur laut ke Eropa juga meningkat 56%, sementara 513 kasus kematian dilaporkan dalam enam bulan pertama 2020 dan 674 kasus pada 2019.

Advertisement

Kapal karam paling mematikan sepanjang tahun ini terjadi pada 22 April di lepas pantai Libia, ketika 130 orang tenggelam meskipun telah mengirimkan sejumlah panggilan darurat.

Rute Mediterania Tengah antara Libia dan Italia adalah yang paling mematikan, merenggut 741 nyawa sepanjang tahun ini.

Namun, laporan tersebut menekankan bahwa jumlah sebenarnya kematian di rute laut ke Eropa mungkin jauh lebih tinggi, karena banyak bangkai kapal tidak dilaporkan, dan lainnya sulit diverifikasi.

Sedikitnya 250 orang tewas di bentangan Samudra Atlantik antara Afrika Barat dan Kepulauan Canary Spanyol, 149 di jalur Mediterania Barat ke Spanyol dan enam di jalur Mediterania Timur ke Yunani.

“Orang-orang ini tidak bisa ditinggalkan dalam perjalanan berbahaya seperti itu. Seseorang harus menghentikan pembantaian ini,” kata Wali Kota Lampedusa Salvatore Martello kepada Arab News.

Pada Selasa, tujuh kapal berbeda yang membawa total 104 migran Tunisia tiba di pulau paling selatan Italia, yang dianggap sebagai titik pendaratan pertama bagi mereka yang ingin mencapai Eropa dari Afrika.

“Kami tidak bisa menghitung kedatangan lagi, karena mereka datang dengan sampan, perahu, dan rakit. Mereka yang berhasil bisa menyebut diri mereka beruntung karena setidaknya mereka aman di sini," ujar Martello.

Angka-angka IOM, kata Martello, mengonfirmasi kepada semua pihak bahwa dunia menyaksikan pembantaian setiap hari. Martello mendesak semua orang untuk bertindak dan bertindak sekarang.

"Di Lampedusa, kami melakukan apa yang kami bisa, seperti yang telah kami lakukan selama bertahun-tahun sejak kedatangan para migran dimulai. Tapi sekarang, kita harus sadar bahwa ini adalah tragedi. Siapa pun yang tidak melakukan semua yang dia bisa, dari politisi hingga institusi di UE dan di Afrika, adalah kaki tangan pembantaian ini,” tambahnya.

Martello mengatakan bahwa saat ini ada 750 orang di titik panas migran pulau itu, yang hanya memiliki kapasitas 250 orang.

“Setiap hari, ratusan migran dipindahkan ke daratan dengan feri, tetapi itu seperti mencoba mengosongkan laut dengan ember. Jika beberapa tindakan nyata tidak diambil, jumlahnya akan semakin buruk,” kata Martello.

Badan PBB itu mengulangi seruannya kepada negara-negara anggota untuk menghormati kewajiban internasional mereka. “Sangat mendesak untuk memperluas upaya penyelamatan dan membangun mekanisme pendaratan yang dapat diprediksi, serta menjamin akses ke migrasi yang aman dan legal,” kata Direktur Jenderal IOM Antonio Vitorino.

Menurut laporan IOM, lebih dari 15.300 migran dipulangkan ke Libia dalam enam bulan pertama tahun 2021 atau hampir tiga kali lipat dari periode yang sama tahun 2020 (5.476 migran).

IOM mendefinisikan situasi ini sebagai “mengkhawatirkan,” karena para migran yang dibawa kembali ke Libia yang dilanda perang menjadi sasaran penahanan sewenang-wenang, pemerasan, penghilangan dan tindakan penyiksaan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Nakes Gabriella Tewas di Jurang dalam Insiden Serbuan KKB di Kiwirok, Papua

#2
Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

#3
Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

#4
Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

#5
Erick Thohir: Tidak Ada Tempat bagi Radikalisme di Tubuh BUMN

#6
Update Covid-19: Kasus Aktif Tersisa 73.238 dan Positivity Rate Naik Lagi 5,74%

#7
PN Jakpus Nyatakan Jokowi dan Anies Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Terkait Polusi Udara

#8
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Ditahan, Golkar Prihatin

#9
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

#10
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

TERKINI


NASIONAL | 17 September 2021

POLITIK | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

KESEHATAN | 17 September 2021

POLITIK | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

OLAHRAGA | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021