Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

PBB: Korban Perempuan dan Anak-anak Meningkat di Afganistan

Selasa, 27 Juli 2021 | 21:22 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Anak-anak Afganistan memasuki lingkungan sekolah setelah pihak berwenang melonggarkan aturan penguncian yang diberlakukan sebelumnya untuk mengekang penyebaran Covid-19 di Kabul pada Sabtu 24 Juli 2021.

Kabul, Beritasatu.com- Lebih banyak wanita dan anak-anak tewas dan terluka di Afganistan pada semester pertama tahun 2021 dibanding periode yang sama tahun berapapun sejak 2009.

Seperti dilaporkan AP, Senin (26/7/2021), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Afganistan mengalami peningkatan 47% dalam jumlah semua warga sipil yang tewas dan terluka dalam kekerasan di seluruh wilayah dalam enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020.

Advertisement

“Saya memohon kepada para pemimpin Taliban dan Afghanistan untuk memperhatikan lintasan konflik yang suram dan mengerikan serta dampaknya yang menghancurkan terhadap warga sipil,” kata Deborah Lyons, perwakilan khusus Sekjen PBB untuk Afganistan.

“Laporan itu memberikan peringatan yang jelas bahwa jumlah warga sipil Afganistan yang belum pernah terjadi sebelumnya akan binasa dan cacat tahun ini jika kekerasan yang meningkat tidak dibendung,” tambah Lyons.

Advertisement

Taliban dengan cepat merebut wilayah penting dalam beberapa pekan terakhir, merebut perlintasan perbatasan strategis dengan beberapa negara tetangga dan mengancam sejumlah ibu kota provinsi. Ekspansi Taliban terjadi ketika pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO terakhir meninggalkan Afganistan.

Laporan tersebut menemukan peningkatan tajam dalam pembunuhan dan cedera sejak Mei, ketika pasukan militer internasional mulai menarik diri dan pertempuran meningkat setelah serangan Taliban.

Misi PBB di Afganistan melaporkan dalam pembaruan pertengahan tahun 2021 Perlindungan Warga Sipil Afganistan dalam Konflik Bersenjata bahwa ada 1.659 warga sipil tewas dan 3.254 terluka. Dikatakan, korban meningkat 47% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menurut laporan itu, perempuan dan anak-anak menjadi hampir setengah dari semua korban sipil pada paruh pertama tahun 2021 sebesar 46%. Sejumlah 32% adalah anak-anak, dengan 468 tewas dan 1.214 terluka. Sejumlah 14% korban sipil adalah perempuan, dengan 219 tewas dan 508 terluka.

Penarikan AS-NATO lebih dari 95% selesai dan akan selesai pada 31 Agustus.

Saat membuat ekspansi cepat di lapangan, Taliban juga menyatakan mereka tidak ingin memonopoli kekuasaan. Namun, mereka bersikeras tidak akan ada perdamaian di Afganistan sampai ada pemerintahan baru yang dirundingkan di Kabul dan Presiden Ashraf Ghani dicopot dari jabatannya.

Lyons, utusan PBB yang juga mengepalai misi PBB di Afghanistan, meminta para pemimpin Taliban dan Afganistan untuk mengintensifkan upaya mereka di meja perundingan.

“Hentikan Afganistan melawan pertempuran Afganistan. Lindungi rakyat Afganistan dan beri mereka harapan untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.

Jumlah warga sipil yang terbunuh dan terluka pada bulan Mei dan Juni hampir sebanyak yang tercatat dalam empat bulan sebelumnya. Selama bulan Mei dan Juni terdapat 2.392 korban jiwa, dengan 783 tewas dan 1.609 luka-luka. Itu yang tertinggi untuk bulan-bulan itu sejak dokumentasi sistematis dimulai pada 2009, kata laporan itu.

Menurut laporan itu, sebagian besar aksi medan perang selama Mei dan Juni terjadi di luar kota. Tetapi PBB khawatir jika aksi militer intensif dilakukan di daerah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi, konsekuensinya bagi warga sipil Afganistan bisa menjadi bencana besar.

“Mengejar solusi militer hanya akan meningkatkan penderitaan rakyat Afganistan,” kata laporan itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Nakes Gabriella Tewas di Jurang dalam Insiden Serbuan KKB di Kiwirok, Papua

#2
Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

#3
Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

#4
Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

#5
Erick Thohir: Tidak Ada Tempat bagi Radikalisme di Tubuh BUMN

#6
Update Covid-19: Kasus Aktif Tersisa 73.238 dan Positivity Rate Naik Lagi 5,74%

#7
PN Jakpus Nyatakan Jokowi dan Anies Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Terkait Polusi Udara

#8
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Ditahan, Golkar Prihatin

#9
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

#10
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

TERKINI


DUNIA | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

BOLA | 17 September 2021

OTOMOTIF | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021

EKONOMI | 17 September 2021