Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Mantan Menlu Hassan Wirajuda Masuk Kandidat Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar

Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:14 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Hassan Wirajuda

Bangkok, Beritasatu.com – Nama mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirajuda masuk dalam empat calon kandidat menjadi utusan khusus ASEAN untuk masalah di Myanmar. Pencarian utusan khusus dimulai pada bulan April, ketika para pemimpin ASEAN menghasilkan "konsensus lima poin" untuk mengatasi gejolak di Myanmar.

PBB dan AS sama-sama mendesak ASEAN untuk mempercepat penunjukan utusan khusus dalam beberapa pekan terakhir.

Para menteri luar negeri ASEAN akan bertemu pada Senin (2/8/2021), dengan salah satu agendanya menunjuk utusan khusus yang bakal ditugaskan untuk mengakhiri kekerasan dan mempromosikan dialog antara junta dan lawan-lawannya.

Pada Minggu (1/8/2021), penguasa militer Myanmar Min Aung Hlaing mengatakan, pemerintahnya siap untuk bekerja dengan utusan khusus yang ditunjuk oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

“Myanmar siap menggarap kerja sama ASEAN dalam kerangka ASEAN termasuk dialog dengan Utusan Khusus ASEAN di Myanmar,” kata Min.

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari dari pemerintah sipil yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi setelah partainya yang berkuasa memenangi pemilihan yang menurut militer tercemar oleh penipuan. Komisi pemilihan negara itu menolak tuduhan ini.

Negara Asia Tenggara itu kemudian mengalami serangkaian tindakan kekerasan mematikan terhadap protes, keruntuhan ekonomi dan eksodus pengungsi sejak kudeta. Kemudian, lonjakan infeksi Covid-19 telah membuat sistem kesehatan Myanmar kewalahan, memperburuk krisis kemanusiaan dalam sebulan terakhir.

Menteri Luar Negeri kedua Brunei, Erywan Yusof, mengatakan pada Jumat malam, dia berharap keputusan akhir akan dibuat pada Senin. Brunei adalah ketua ASEAN tahun ini.

"Tanpa utusan yang memimpin, sangat sulit untuk mengatasi situasi di Myanmar,” katanya.

ASEAN telah terbagi dalam urusan utusan itu, mereka telah membahas penunjukan lebih dari satu untuk memecahkan kebuntuan.

Empat sumber diplomatik regional mengatakan, Erywan lebih disukai menjadi utusan dan dibantu oleh "penasihat". Namun pertemuan pejabat senior ASEAN pada Kamis gagal mencapai kesepakatan, kata mereka.

Seperti halnya sembilan anggota ASEAN lainnya, rezim militer Myanmar harus menyetujui penunjukan tersebut, kata mereka.

Seorang juru bicara Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar yang menentang junta militer, Sasa mengatakan, utusan itu harus bisa menempatkan rakyat Myanmar di depan dan di tengah.

"Apa pun yang dapat membantu meringankan penderitaan rakyat dipersilakan," katanya.

Erywan secara terbuka menegaskan, dia adalah salah satu dari empat kandidat. Para diplomat mengatakan yang lainnya adalah wakil menteri luar negeri Thailand Weerasak Footrakul, mantan menteri luar negeri Indonesia 2001-2009 Hassan Wirajuda dan diplomat veteran Malaysia Razali Ismail.

ASEAN juga akan mengumumkan proposal untuk memberikan bantuan kepada Myanmar, termasuk dukungan untuk memerangi pandemi Covid-19, kata para diplomat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: channelnewsasia.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

DUNIA | 23 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Aturan Kedatangan dan Kepulangan Peserta PON Papua

#2
BPN Bogor: SHGB Sentul City Asli

#3
Kemendikbudristek-DPR Bersepakat Tunda Pengumuman Hasil Seleksi P3K Guru

#4
Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polri: Kasusnya Sangat Kompleks

#5
Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

#6
Satgas Minta Hentikan PTM di Sekolah yang Ditemukan Kasus Covid-19

#7
Sempat Promosikan Air Berkat, Dukun Kondang Sri Lanka Meninggal Akibat Covid

#8
Pakar Inggris: Covid-19 Jadi Flu Biasa Tahun Depan

#9
PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

#10
Jessica Widjaja Jadi Pembicara Kerja Sama Asosiasi Parlemen Eropa dan W20 G20

TERKINI


EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

NASIONAL | 24 September 2021

NASIONAL | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

NASIONAL | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021