Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pantai Timur Australia Bertarung Hadapi Kasus Varian Delta yang Meningkat

Minggu, 1 Agustus 2021 | 14:57 WIB
Oleh : LES
Pihak berwenang telah memberlakukan karantina wilayah Covid-19 di Sydney, Australia untuk menahan wabah varian Delta yang sangat menular.

Melbourne, Beritasatu.com - Negara bagian New South Wales (NSW) dan Queensland di pantai timur Australia bertarung dengan peningkatan kasus Covid-19 varian Delta pada Minggu (1/8/2021). Saat ini jutaan orang di wilayah itu berada dalam lockdown ketat dan otoritas setempat mendesak lebih banyak pengujian dan vaksinasi untuk mengendalikan wabah.

Sydney dan sekitarnya, di bawah perintah tinggal di rumah selama lima minggu, melaporkan 239 kasus baru yang didapat secara lokal dari varian Delta yang sangat menular, selaras dengan rekor jumlah harian dalam wabah saat ini yang dilaporkan pada Kamis.

Sebanyak 5 juta penduduk kota dan mereka yang berada di pusat-pusat wilayah tetangga yang membentang sepanjang 200 km (120 mil) dari garis pantai harus tinggal di rumah setidaknya sampai 28 Agustus. Jumlah total kasus dalam wabah, yang dimulai pada pertengahan Juni, telah mencapai 3.427.

"Saya pikir yang penting untuk diketahui adalah bahwa tidak ada peta jalan untuk varian Delta," kata Kepala Pemerintahan NSW Gladys Berejiklian.

"Tantangan bagi kami adalah mendapatkan sebanyak mungkin orang yang divaksin pada Agustus sehingga pada saat 28 Agustus tiba, kami memiliki opsi bagaimana kami dapat mengurangi pembatasan."

Upaya vaksinasi di Australia lamban, sejauh ini baru 18% orang dewasa yang sudah divaksin lengkap. Brad Hazzard, menteri kesehatan NSW, mengatakan bahwa 70% dari populasi negara bagian itu dapat divaksin sepenuhnya dalam waktu sekitar empat bulan.

Di negara tetangga Queensland, ada sembilan kasus baru Covid-19 yang didapat secara lokal, lonjakan harian terbesar dalam hampir setahun. Lebih dari 3 juta penduduk dimasukkan ke dalam penguncian cepat tiga hari pada Sabtu.

"Sangat penting (untuk dites), siapa pun dengan gejala apa pun, tidak masalah di mana Anda berada, karena saya tidak tahu di mana virus tersebut saat ini," kata kepala petugas kesehatan Queensland Jeannette Young.

Australia telah berhasil mengendalikan sebagian besar epidemi dengan total lebih dari 34.000 kasus dan 924 kematian. Tetapi lambatnya vaksinasi membuat negara itu akan memerlukan waktu berbulan-bulan sebelum membuka kembali perbatasan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

DUNIA | 27 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#2
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#3
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

#4
Ini Alasan Bupati Bogor Bersikukuh Bangun Jalur Puncak 2

#5
Lamongan Dipilih Jadi Pilot Project Penanganan Kemiskinan Ekstrem Nasional

#6
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#7
Yusril Ajukan Judicial Review AD/ART Demokrat, SBY: Hukum Bisa Dibeli, tetapi Tidak untuk Keadilan

#8
Luhut: Biar Semua Dibuktikan di Pengadilan

#9
Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik Soal Pernyataan Gatot Nurmantyo

#10
Luhut Jalani Pemeriksaan Terkait Laporannya soal Pencemaran Nama Baik

TERKINI


NASIONAL | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021