Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Al Qaeda Berkumpul Lagi di Afghanistan setelah Kemenangan Taliban

Jumat, 17 September 2021 | 13:25 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Operasi yang menewaskan Osama bin Laden berdampak global dan merusak reputasi internasional Pakistan, mengungkap kontradiksi di negara yang telah lama menjadi pangkalan rahasia Al-Qaeda.

Washington, Beritasatu.com- Kelompok teroris Al Qaeda mungkin berkumpul kembali di Afghanistan yang dikuasai Taliban. Seperti dilaporkan NDTV, Kamis (16/9/2021), asumsi itu dimuat dalam laporan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA).

Intelnews.org melaporkan Wakil Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat David Cohen menyebut laporan intelijen saat ini menunjukkan beberapa potensi gerakan Al Qaeda kembali ke Afghanistan.

“Namun, CIA, khususnya, sudah bekerja untuk mengembangkan metode untuk bekerja dalam cakrawala,” katanya.

Cohen mengatakan bahwa badan intelijen Amerika sedang memantau situasi dengan cermat. Berbicara di KTT Intelijen dan Keamanan Nasional di Washington, DC, Cohen mengakui bahwa penutupan kedutaan Amerika Serikat di Kabul, serta penutupan jaringan stasiun CIA di seluruh Afghanistan, telah "mengurangi" kemampuan badan-badan intelijen Amerika untuk menilai kondisi di lapangan.

Tetapi Cohen menambahkan banyak informasi intelijen yang telah dikumpulkan dalam beberapa pekan terakhir berasal dari "platform over-the-horizon", yang berarti bahwa pengumpulan tersebut dilakukan dari negara-negara yang berbatasan dengan Afghanistan.

Saat ini, komunitas intelijen Amerika Serikat memperkirakan bahwa Al Qaeda membutuhkan waktu antara satu dan dua tahun untuk mengumpulkan kemampuan serangan sebelumnya, sehingga secara langsung mengancam kepentingan Amerika.

Menurut Intelnews.org, kehadiran Al Qaeda di Afghanistan adalah alasan utama di balik invasi Amerika Serikat ke negara itu pada tahun 2001. Namun, dengan kembalinya Taliban berkuasa di Afghanistan, ada kekhawatiran bahwa Al Qaeda akan kembali lagi di negara yang dilanda perang itu.

Di bawah kepemimpinan Osama bin Laden, Al Qaeda bekerja erat dengan eselon atas Taliban pada 1990-an dan awal 2000-an. Laporan menyebut kontak antara kedua kelompok terus ada, dan berpotensi semakin dalam setelah keluarnya Amerika Serikat dan sekutu Baratnya dari Afghanistan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#3
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#4
Aipda Ambarita, dari Bekerja di Perusahaan Cat hingga Jadi Polisi yang Ditakuti Penjahat Jalanan

#5
Denmark Terbuka: 6 Wakil Indonesia Siap Berjuang di Perempat Final, Jojo Hadapi Momota

#6
FSP Hadirkan Software Auto Trading Kripto

#7
Kemenhub: Potensi Angkutan Sungai dan Danau Masih Sangat Terbuka

#8
Kasus Sanksi Antidoping, Tim Investigasi Libatkan Polri dan Kejaksaan

#9
Kereta Cepat Dinilai Tingkatkan Daya Saing Indonesia

#10
Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka

TERKINI


NASIONAL | 22 Oktober 2021

POLITIK | 22 Oktober 2021

DIGITAL | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

POLITIK | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021