Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Polisi Singapura dan Malaysia Bongkar Sindikat Love Scam

Sabtu, 18 September 2021 | 20:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Poster peringatan love scam atau penipuan daring berkedok cinta yang semakin gencar menyasar tabungan orang-orang yang kesepian.

Singapura, Beritasatu.com- Kepolisian Singapura dan Malaysia bersama-sama melumpuhkan sindikat penipuan cinta internet (love scam) yang diyakini mengakibatkan kerugian lebih dari S$100.000 atau Rp 1,05 miliar.

Seperti dilaporkan CNA, pada Kamis (16/9/2021), Kepolisian Singapura (SPF) menyatakan bahwa seorang wanita berusia 41 tahun mengajukan laporan pada Mei setelah menderita kerugian sekitar S$28.000 (Rp 296,7 juta).

Sang wanita telah berteman dengan seorang pria di Facebook pada Maret dan mengembangkan hubungan dengannya. Pria itu konon mengaku menjalankan proyek rig minyak di Ukraina dan berjanji akan menikahi korban di Singapura begitu proyek selesai.

Menurut SPF, sang pria penipu kemudian mengklaim bahwa dia tidak dapat mengakses rekening banknya untuk membeli mesin baru yang diperlukan untuk melanjutkan proyek tersebut.

"Selanjutnya, dia mengaku memohon kepada korban untuk memberikan pinjaman kepadanya. Korban setuju dan mentransfer sejumlah S $ 12.000 (Rp 127 juta) ke rekening bank Singapura yang disediakan oleh subjek," kata SPF.

Menurut SPF, korban ditipu lagi S$ 16.000 (Rp 169 juta) pada kesempatan terpisah ketika dia memberi tahu orang asing bahwa dia telah berteman di Facebook tentang insiden pertama. Orang tersebut mengatakan kepadanya bahwa dia telah ditipu dan berjanji untuk membantunya mendapatkan uangnya kembali.

Pada 14 September, petugas dari Kepolisian Kerajaan Malaysia menggerebek satu apartemen di Selangor dan menangkap seorang pria Nigeria berusia 22 tahun. Beberapa laptop, ponsel, kartu ATM/debit Singapura dan kartu kredit disita.

Di Singapura, seorang wanita berusia 66 tahun ditangkap, sementara tiga wanita lainnya, berusia antara 31 dan 62 tahun, sedang diselidiki karena pencucian uang. Investigasi terhadap empat wanita sedang berlangsung.

SPF menyatakan sindikat itu diyakini bertanggung jawab atas setidaknya tujuh kasus di Singapura yang melibatkan kerugian sekitar S$37.000 (Rp 392 juta) dan satu kasus di Malaysia yang mengakibatkan kerugian sekitar RM210.000 (Rp 716 juta).

"Kami akan terus bekerja sama dengan CCID (Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Kepolisian Kerajaan Malaysia) untuk mengganggu aktivitas sindikat penipuan cinta internet lintas batas," kata David Chew, direktur Departemen Urusan Komersial Singapura.

"Sindikasi ini sering menggunakan rekening bank Singapura untuk mencuci hasil ilegal mereka."

Siapa pun yang terbukti bersalah memperoleh atau mentransfer manfaat pidana berdasarkan Undang-Undang Korupsi, Perdagangan Narkoba, dan Pelanggaran Serius Lainnya (Penyitaan Manfaat) dapat menghadapi hukuman 10 tahun penjara, denda hingga S$500.000 (Rp 5,3 miliar) atau keduanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Ini Daftar Smartphone yang Tidak Lagi Bisa Akses WhatsApp Mulai 1 November

#3
Pengamat: Naik Pesawat Wajib Tes PCR Bebani Calon Penumpang dan Maskapai

#4
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#5
Liga Champions: Bungkam Zenit, Juventus Sapu Bersih Kemenangan

#6
Lima Wakil Indonesia Tersingkir di Babak Pertama Denmark Terbuka

#7
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#8
Satgas Terbitkan Surat Edaran Wajib Tes PCR Naik Pesawat dari dan ke Jawa-Bali

#9
Liga Champions: Tertinggal Dua Gol, MU Bangkit dan Menang Berkat Ronaldo

#10
Calon Mahasiswa dari Indonesia Makin Tertarik Kuliah di Tiongkok

TERKINI


OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

DIGITAL | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

OLAHRAGA | 21 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021