Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Di PBB, Biden Menyerukan Kemerdekaan untuk Palestina

Rabu, 22 September 2021 | 17:30 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Presiden AS Joe Biden berpidato di Sesi ke-76 Majelis Umum PBB pada Selasa 21 September 2021 di New York, AS.

New York, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan kemerdekaan Palestina. Di hadapan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dilaporkan Arabnews, Selasa (21/9/2021), Biden menegaskan negara Palestina yang berdaulat dan demokratis adalah cara terbaik untuk memastikan masa depan Israel.

“Kita harus mencari masa depan perdamaian dan keamanan yang lebih besar bagi semua orang di Timur Tengah,” kata Biden pada hari pembukaan Majelis Umum PBB.

Biden mengaku percaya bahwa solusi dua negara adalah cara terbaik untuk memastikan masa depan Israel sebagai negara demokratis Yahudi, hidup dalam damai bersama negara Palestina yang layak, berdaulat, dan demokratis.

“Kita jauh dari tujuan itu saat ini, tetapi kita tidak boleh membiarkan diri kita menyerah pada kemungkinan kemajuan,” ucapnya.

Biden mengulangi janjinya untuk kembali ke kesepakatan 2015 untuk mengekang program nuklir Iran, asalkan Teheran melakukan hal yang sama. Pembicaraan tentang masalah ini menemui jalan buntu tentang siapa yang mengambil langkah pertama.

Menurut Biden, dunia menghadapi “dekade yang menentukan”, saat para pemimpin harus bekerja sama untuk memerangi pandemi virus corona yang mengamuk, perubahan iklim global, dan ancaman dunia maya.

Biden mengatakan AS akan menggandakan komitmen keuangannya pada bantuan iklim dan menghabiskan US$ 10 miliar (Rp 143 triliun) untuk memerangi kelaparan.

Sebelumnya, Antonio Guterres, yang memulai masa jabatan lima tahun kedua sebagai sekretaris jenderal PBB pada 1 Januari, memperingatkan bahaya kesenjangan yang tumbuh antara Tiongkok dan AS, sebagai ekonomi terbesar di dunia.

“Saya khawatir dunia kita bergerak menuju dua perangkat aturan ekonomi, perdagangan, keuangan dan teknologi yang berbeda, dua pendekatan yang berbeda dalam pengembangan kecerdasan buatan, dan pada akhirnya dua strategi militer dan geopolitik yang berbeda,” kata Guterres.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 25 Oktober 2021

DUNIA | 25 Oktober 2021

DUNIA | 25 Oktober 2021

DUNIA | 25 Oktober 2021

DUNIA | 25 Oktober 2021

DUNIA | 25 Oktober 2021

DUNIA | 25 Oktober 2021

DUNIA | 25 Oktober 2021

DUNIA | 25 Oktober 2021

DUNIA | 25 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
LRT Jabodebek Tabrakan, Tidak Ada Korban Jiwa

#2
Tabrakan Bus Transjakarta, Polisi: 30 Orang Luka, 3 Meninggal Dunia

#3
Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

#4
Jokowi: Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000

#5
Jokowi Lantik Fadjroel Rachman, Rosan Roeslani, dan 15 Duta Besar di Istana Negara

#6
MU Dibantai Liverpool, Ronaldo Luapkan Kekecewaan

#7
Update Tabrakan Transjakarta, 37 Luka dan 2 Orang Meninggal

#8
Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

#9
Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

#10
Tabrakan Bus Transjakarta, 3 Tewas

TERKINI


EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021