Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Perlawanan pada Junta Militer Meluas, PBB: Kondisi Myanmar Mengkhawatirkan

Jumat, 24 September 2021 | 12:12 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara menggulingkan kepemimpinan sipil pada 1 Februari 2021, melancarkan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat yang telah menewaskan lebih dari 900 orang, menurut kelompok pemantau lokal.

Jenewa, Beritasatu.com - Myanmar menghadapi kondisi yang mengkhawatirkan akibat perang saudara yang meningkat, setelah aksi perlawanan terhadap junta militer meluas. Demikian penjelasan kepala hak asasi manusia PBB memperingatkan pada hari Kamis (23/9/2021).

Michelle Bachelet mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, waktu hampir habis bagi negara-negara lain untuk meningkatkan upaya memulihkan demokrasi dan mencegah konflik yang lebih luas

Myanmar berada dalam kekacauan sejak pemerintah Aung San Suu Kyi digulingkan oleh militer pada Februari, yang memicu pemberontakan nasional yang coba dihancurkan oleh junta.

Serangan terhadap tentara telah meningkat sejak anggota parlemen digulingkan oleh para jenderal menyerukan "perang defensif rakyat" awal bulan ini.

Bachelet mengatakan, situasi hak asasi manusia telah memburuk secara signifikan sebagai dampak dari kudeta "menghancurkan kehidupan dan harapan di seluruh negeri".

"Konflik, kemiskinan, dan dampak pandemi meningkat tajam, dan negara menghadapi pusaran penindasan, kekerasan, dan keruntuhan ekonomi," katanya.

Dihadapkan dengan "penindasan luar biasa terhadap hak-hak dasar", gerakan perlawanan bersenjata tumbuh.

"Tren yang mengganggu ini menunjukkan kemungkinan yang mengkhawatirkan dari perang saudara yang meningkat," katanya.

Bachelet mendesak negara-negara untuk mendukung proses politik yang akan melibatkan semua pihak, dengan mengatakan blok regional ASEAN dan kekuatan berpengaruh harus menggunakan insentif dan disinsentif "untuk membalikkan kudeta militer dan spiral kekerasan yang putus asa".

"Stabilitas dan jalan Myanmar menuju demokrasi dan kemakmuran telah dikorbankan selama beberapa bulan terakhir ini untuk memajukan ambisi elit militer yang memiliki hak istimewa dan mengakar," katanya.

"Konsekuensi nasionalnya mengerikan dan tragis, konsekuensi regional juga bisa sangat besar. Komunitas internasional harus melipatgandakan upayanya untuk memulihkan demokrasi dan mencegah konflik yang lebih luas sebelum terlambat".

Bachelet mengatakan, lebih dari 1.100 orang kini dilaporkan tewas di tangan pasukan keamanan sejak kudeta, sementara lebih dari 8.000 lainnya, termasuk anak-anak, telah ditangkap dan lebih dari 4.700 masih ditahan.

Ia mendesak semua pihak, terutama militer, untuk mengizinkan akses tidak terbatas ke bantuan kemanusiaan, dan menyerukan pembebasan segera semua tahanan politik.

Bachelet juga menyerukan, semua angkatan bersenjata untuk melindungi warga sipil dan mengatakan penggunaan serangan udara dan artileri di daerah pemukiman harus segera dihentikan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Ini Daftar Smartphone yang Tidak Lagi Bisa Akses WhatsApp Mulai 1 November

#3
Pengamat: Naik Pesawat Wajib Tes PCR Bebani Calon Penumpang dan Maskapai

#4
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#5
Liga Champions: Bungkam Zenit, Juventus Sapu Bersih Kemenangan

#6
Lima Wakil Indonesia Tersingkir di Babak Pertama Denmark Terbuka

#7
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#8
Satgas Terbitkan Surat Edaran Wajib Tes PCR Naik Pesawat dari dan ke Jawa-Bali

#9
Liga Champions: Tertinggal Dua Gol, MU Bangkit dan Menang Berkat Ronaldo

#10
Calon Mahasiswa dari Indonesia Makin Tertarik Kuliah di Tiongkok

TERKINI


OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

DIGITAL | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

NASIONAL | 21 Oktober 2021

OLAHRAGA | 21 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021