Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

SPD Diproyeksi Menang di Pemilu Jerman, Biden: Mereka solid

Senin, 27 September 2021 | 10:39 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Presiden AS Joe Biden.

Berlin, Beritasatu.com – Partai Sosial Demokrat (SPD) Jerman diproyeksikan menang tipis pada pemilu nasional hari Minggu (26/9/2021), yang untuk pertama kalinya sejak 2005 mengakhiri 16 tahun pemerintahan yang dipimpin konservatif di bawah Angela Merkel. Presiden AS Joe Biden juga mengomentari menenai keunggulan SPD dalam semua jajak pendapat di Pemilu Jerman.

“Mereka solid,” ujar Biden kepada wartawan di Washington.

SPD berada di jalur untuk meraih 26 persen suara, di atas 24,5 persen suara dukungan blok konservatif CDU/CSU pimpinan Merkel. Sementara Olaf Scholz (63) dibidik jadi kanselir dari SPD keempat pascaperang setelah Willy Brandt, Helmut Schmidt dan Gerhard Schroeder.

Dengan tidak ada blok besar yang menguasai mayoritas, dan keduanya enggan mengulangi "koalisi besar" mereka yang canggung selama empat tahun terakhir, hasil yang paling mungkin adalah aliansi tiga arah yang dipimpin oleh Sosial Demokrat atau konservatif Merkel.

Perhatian sekarang akan beralih ke diskusi informal diikuti oleh negosiasi koalisi yang lebih formal, yang bisa memakan waktu berbulan-bulan, meninggalkan Merkel yang bertanggung jawab dalam jabatan sementara.

Merkel yang berencana untuk mundur setelah pemilihan, menjadikan pemungutan suara ini sebagai peristiwa yang mengubah era untuk menentukan arah masa depan ekonomi terbesar Eropa.

Merkel telah berdiri di panggung Eropa hampir sejak menjabat pada tahun 2005, ketika George W Bush menjabat Presiden AS, Jacques Chirac di Istana Elysee di Paris (Prancis) dan Perdana Menteri Inggris saat itu Tony Blair.

Setelah Pemilu Jerman, tampaknya para sekutu Berlin di Eropa dan sekitarnya harus menunggu berbulan-bulan sebelum mereka dapat melihat apakah pemerintah yang baru siap untuk terlibat dalam isu-isu asing sejauh yang mereka inginkan.

Perselisihan antara pihak Washington dan Paris mengenai kontrak kapal selam pesanan Australia, telah menempatkan Jerman di posisi yang canggung di antara sekutu. Tetapi ini juga memberi Berlin kesempatan untuk membantu memulihkan hubungan dan memikirkan kembali sikap bersama mereka terhadap Tiongkok.

Di sektor kebijakan ekonomi Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron ingin sekali membentuk kebijakan fiskal bersama, yang didukung oleh Partai Hijau Jerman tetapi ditolak oleh blok konservatif CDU/CSU dan FDP.

“Jerman akan berakhir dengan kanselir yang agak lemah yang akan berjuang untuk mendukung segala jenis reformasi fiskal ambisius di tingkat UE (Uni Eropa)," kata Naz Masraff di konsultan risiko politik Eurasia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: channelnewsasia/reuters


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#3
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#4
Aipda Ambarita, dari Bekerja di Perusahaan Cat hingga Jadi Polisi yang Ditakuti Penjahat Jalanan

#5
Denmark Terbuka: 6 Wakil Indonesia Siap Berjuang di Perempat Final, Jojo Hadapi Momota

#6
Kasus Sanksi Antidoping, Tim Investigasi Libatkan Polri dan Kejaksaan

#7
Kereta Cepat Dinilai Tingkatkan Daya Saing Indonesia

#8
FSP Hadirkan Software Auto Trading Kripto

#9
Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka

#10
Jalin Kerja Sama dengan Blitar dan Gorontalo, Anies Ingin Bantu Percepatan Ekonomi Nasional

TERKINI


MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

OLAHRAGA | 22 Oktober 2021

GAYA HIDUP | 22 Oktober 2021

OTOMOTIF | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021