Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Internet Padam di Daerah Konflik, Junta Myanmar Tuding Kelompok Pejuang Penyebabnya

Senin, 27 September 2021 | 12:57 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Pengungsi Myanmar memasak makanan di tenda penampungan di kamp karantina Farkawn di negara bagian Mizoram, India timur pada 24 September 2021. Banyak warga melarikan diri melintasi perbatasan menyusul serangan oleh militer Myanmar di desa-desa di negara bagian Chin barat.

Yangon, Beritasatu.com - Junta militer Myanmar membantah kabar yang menyebutkan, mereka mematikan koneksi internet di daerah-daerah yang dilanda konflik. Pihak junta militer menuding, serentetan pemadaman akses internet baru-baru ini terjadi, disebabkan kelompok pejuang antimiliter yang telah menghancurkan menara komunikasi milik pemerintah.

Negara di Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi pada Februari, memicu protes besar yang berusaha ditumpas oleh pasukan keamanan dalam tindakan keras berdarah.

Beberapa pihak dalam gerakan anti-kudeta membentuk "pasukan pertahanan rakyat" lokal di kotapraja mereka untuk melawan, dan dalam beberapa pekan terakhir menghancurkan beberapa menara komunikasi milik militer Mytel di negara bagian Chin barat.

Laporan tentang pemadaman internet dan data, khususnya di wilayah di mana pasukan pertahanan lokal dan militer berada dalam konflik, muncul segera setelah itu.

Kementerian luar negeri junta Myanmar pada hari Sabtu (25/9/2021) membantah bahwa Dewan Administrasi Negara, sebagai pihak yang bertanggung jawab.

"Faktanya, koneksi internet baru-baru ini terganggu karena aksi teroris seperti penghancuran menara komunikasi oleh kelompok teroris," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

"Kementerian mendesak beberapa misi asing di Yangon untuk memverifikasi informasi secara menyeluruh sebelum membuat pernyataan".

Myanmar pasca-kudeta tidak asing dengan pemadaman internet, dengan junta memberlakukannya pada dini hari 1 Februari ketika tentara menangkap Aung San Suu Kyi dan politisi top lainnya dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi.

Pemadaman data seluler nasional juga diberlakukan pada malam hari di minggu-minggu setelah powergrab.

Pada hari Minggu (26/9/2021), pejuang anti-kudeta mengatakan kepada AFP bahwa layanan telekomunikasi di kotapraja Pinlebu, Kawlin dan Wuntho di wilayah Sagaing utara padam, di mana bentrokan dengan militer berlangsung dengan sengit.

"Kami tidak dapat menggunakan Internet dan telepon sejak pukul 02.00,” kata seorang pejuang anti-kudeta yang melarikan diri dari Kawlin kepada AFP.

Ia menambahkan, pasukan keamanan telah membanjiri daerah itu.

"Rakyat khawatir junta akan melancarkan operasi besar," katanya, yang tanpa menyebut nama.

Anggota pasukan pertahanan lokal lainnya mengatakan mereka tidak bisa lagi menjangkau pejuang mereka di Pinlebu.

Serangan-serangan yang ditingkatkan dari para pejuang anti-kudeta terjadi setelah "Pemerintah Persatuan Nasional" yang memproklamirkan diri, yang sebagian besar terdiri dari anggota parlemen dari partai terguling Aung San Suu Kyi, mendesak warga untuk menargetkan aset militer di daerah mereka.

Lebih dari 1.100 warga sipil telah tewas dan sekitar 8.000 ditangkap sejak kudeta, menurut pengamat lokal.

Junta telah melakukan perebutan kekuasaannya dengan menuduh telah terjadi penipuan besar-besaran selama pemilihan umum pada akhir tahun 2020 yang dimenangi partai Aung San Suu Kyi dengan telak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#3
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#4
Aipda Ambarita, dari Bekerja di Perusahaan Cat hingga Jadi Polisi yang Ditakuti Penjahat Jalanan

#5
Denmark Terbuka: 6 Wakil Indonesia Siap Berjuang di Perempat Final, Jojo Hadapi Momota

#6
Kasus Sanksi Antidoping, Tim Investigasi Libatkan Polri dan Kejaksaan

#7
Kereta Cepat Dinilai Tingkatkan Daya Saing Indonesia

#8
FSP Hadirkan Software Auto Trading Kripto

#9
Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka

#10
Jalin Kerja Sama dengan Blitar dan Gorontalo, Anies Ingin Bantu Percepatan Ekonomi Nasional

TERKINI


NASIONAL | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

POLITIK | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021