Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Bantuan dari Qatar, Rekonstruksi Rumah Hancur di Gaza Dimulai Oktober

Senin, 27 September 2021 | 14:30 WIB
Oleh : LES
Mansour Abu Ghadyan asal Palestina, yang sekarang tinggal bersama keluarganya di satu sekolah yang dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, berdiri di depan rumahnya yang rusak saat pemboman Israel baru-baru ini di Kota Gaza, pada Sabtu 29 Mei 2021.

Gaza, Beritasatu.com - Rekonstruksi rumah yang hancur atau rusak akibat pertempuran sengit antara Israel dan Palestina di Gaza pada Mei akan dimulai minggu pertama Oktober dengan menggunakan bantuan dari Qatar, kata pejabat senior Palestina bidang perumahan, Minggu (26/9/2021).

Penguasa Gaza, Hamas menyebutkan, serangan udara Israel menghancurkan sekitar 2.200 rumah dan merusak 37.000 bangunan lainnya di kantong wilayah selama 11 hari pertempuran.

Sejumlah rumah di Israel juga hancur akibat roket yang diluncurkan oleh Hamas dan kelompok milisi Gaza lainnya.

Sekitar 1.800 rumah yang hancur atau rusak akan direkonstruksi pada tahap pertama pembangunan, menurut Wakil Menteri Perumahan Umum Gaza Naji Sarhan.

Sarhan mengatakan, Israel telah mencabut beberapa pembatasan baja dan semen untuk masuk ke wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Pekan lalu, Mesir mulai memperbaiki jalan pesisir utama Gaza, yang merupakan bagian dari rencana perubahan infrastruktur Gaza.

Pejabat Palestina mengatakan 250 orang, termasuk 66 anak, tewas akibat serangan udara Israel terhadap Gaza.

Sementara itu, pejabat Israel menyebutkan 13 orang, termasuk dua anak, tewas akibat roket milisi.

Pascagencatan senjata 21 Mei yang dimediasi oleh Mesir, akses untuk dana dan material rekonstruksi menjadi tuntutan utama Hamas.

Israel membatasi masuknya bahan bangunan ke wilayah itu, menuding Hamas memanfaatkannya untuk membuat senjata dan melancarkan serangan.

Namun menyusul kesepakatan dengan PBB dan Qatar, Israel mengizinkan bantuan sekitar US$ 20 juta (sekitar Rp 285 miliar) dari negara Teluk tersebut tiba di Gaza bulan ini.

Pencairan itu akan ditambah US$ 50 juta (sekitar Rp 712 miliar) dana dari Qatar yang dialokasikan untuk rekonstruksi rumah, kata Sarhan.

Pejabat Gaza memperkirakan bahwa rekonstruksi rumah dan infrastruktur yang rusak akibat pertempuran Mei akan menelan US$ 479 juta (sekitar Rp 6,8 triliun).

Qatar dan Mesir masing-masing menjanjikan US$ 500 juta (sekitar Rp 7,12 triliun) untuk rekonstruksi Gaza.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

DUNIA | 21 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

#2
Tak Menyangka Tumbangkan Minions, Fikri/Bagas: Di Latihan pun Kami Belum Pernah Menang

#3
Denmark Terbuka 2021, The Minions Tumbang di Tangan Pemain Muda Pelatnas

#4
Aipda Ambarita, dari Bekerja di Perusahaan Cat hingga Jadi Polisi yang Ditakuti Penjahat Jalanan

#5
Denmark Terbuka: 6 Wakil Indonesia Siap Berjuang di Perempat Final, Jojo Hadapi Momota

#6
Kasus Sanksi Antidoping, Tim Investigasi Libatkan Polri dan Kejaksaan

#7
Kereta Cepat Dinilai Tingkatkan Daya Saing Indonesia

#8
FSP Hadirkan Software Auto Trading Kripto

#9
Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo, Kejagung Tetapkan 3 Tersangka

#10
Jalin Kerja Sama dengan Blitar dan Gorontalo, Anies Ingin Bantu Percepatan Ekonomi Nasional

TERKINI


MEGAPOLITAN | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

POLITIK | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021

DUNIA | 22 Oktober 2021

NASIONAL | 22 Oktober 2021

DIGITAL | 22 Oktober 2021

EKONOMI | 22 Oktober 2021