Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

AS Tawarkan Uang Duka untuk Korban Serangan Drone di Afghanistan

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 13:53 WIB
Oleh : LES
Mobil hancur oleh serangan drone AS di Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021.

Washington, Beritasatu.com - Pentagon telah menawarkan sejumlah uang duka kepada keluarga dari 10 warga sipil yang tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) di Kabul, Afghanistan. Serangan itu terjadi pada 29 Agustus, dua hari sebelum tenggat penarikan pasukan AS dari negara itu.

Departemen Pertahanan AS mengatakan, telah membuat komitmen yang mencakup "pembayaran uang duka sukarela" dan bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri untuk menawarkan relokasi ke AS kepada keluarga korban.

Advertisement

Colin Kahl, Wakil Menteri Pertahanan AS Bidang Kebijakan, menggelar rapat virtual pada Kamis dengan Steven Kwon, pendiri dan presiden Nutrition & Education International, lembaga bantuan yang mempekerjakan Zemari Ahmadi, yang tewas dalam serangan drone itu, kata Sekretaris Pers Pentagon John Kirby, Jumat malam.

Ahmadi dan warga sipil lain yang tewas dalam serangan itu adalah korban tidak bersalah dan tidak terkait dengan ISIS-K atau ancaman terhadap pasukan AS, kata Kirby.

Dari 10 korban tewas, tujuh di antaranya adalah anak-anak.

Pentagon sebelumnya mengatakan, serangan pada 29 Agustus itu menyasar seorang pengebom bunuh diri ISIS yang berpotensi menimbulkan ancaman bagi pasukan AS di bandara saat mereka menyelesaikan tahap akhir penarikan dari Afghanistan.

Namun, sejumlah laporan segera bermunculan dan mengatakan bahwa serangan drone AS di sebuah kawasan permukiman di bagian barat Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul telah membunuh warga sipil termasuk anak-anak.

Video dari tempat kejadian menunjukkan pecahan-pecahan dari sebuah mobil yang berserakan di halaman sebuah gedung.

Pentagon kemudian mengatakan serangan itu adalah sebuah "kesalahan tragis".

Serangan itu terjadi tiga hari setelah pengebom bunuh diri ISIS membunuh 13 tentara AS dan puluhan warga sipil Afghanistan yang berkerumun di luar gerbang bandara untuk memperebutkan kursi dalam penerbangan evakuasi, menyusul kejatuhan ibu kota Kabul ke tangan Taliban.

Pembunuhan warga sipil itu juga memunculkan pertanyaan tentang masa depan serangan kontraterorisme AS di Afghanistan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DIGITAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021