Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

ISIS-Khorasan Klaim Serangan di Masjid Kandahar

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:02 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Seorang pria menyemprotkan air dengan selang untuk membersihkan jalan di luar masjid Syiah di Kandahar pada JUmat 15 Oktober 2021, setelah serangan bom bunuh diri saat salat Jumat yang menewaskan puluhan orang.

Kandahar, Beritasatu.com- ISIS-Khorasan atau ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri mematikan di Masjid Fatimiya, Kandahar, Afghanistan selatan. Seperti dilaporkan RT, Sabtu (16/10/2021), ledakan bom di masjid Syiah itu menewaskan 47 orang dan melukai puluhan lainnya dilakukan oleh anggotanya.

Pernyataan yang didistribusikan di media sosial oleh kantor berita Amaq itu menyebutkan nama dua pria pelaku bom bunuh diri. ISIS menyatakan mereka pertama kali menembak dan membunuh penjaga di pintu masuk ke lokasi.

Advertisement

Setelah itu, menurut ISIS-K salah satu penyerang meledakkan bahan peledak di pintu masuk masjid, sementara yang lain meledakkan dirinya di dalam gedung.

Bom bunuh diri ini adalah serangan besar kedua oleh ISIS sejak Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus di tengah penarikan pasukan AS dari negara itu. Pekan lalu, kelompok teroris menargetkan satu masjid Syiah di kota utara Kunduz, menewaskan 46 orang dan melukai 143 lainnya.

Cabang Negara Islam Afghanistan, yang dikenal sebagai ISIS Provinsi Khorasan (ISIS-K), sebelumnya telah aktif terutama di timur negara itu. Tetapi pemboman baru-baru ini menunjukkan bahwa kelompok ISIS-K memperluas operasinya, meskipun ada janji oleh Taliban untuk memulihkan perdamaian. dan keamanan dalam negeri.

Serangan di Kandahar dianggap sangat menyakitkan bagi Taliban karena provinsi tersebut dipandang sebagai jantung spiritual kelompok tersebut.

ISIS-K berada di balik pemboman bunuh diri di luar bandara Kabul pada 26 Agustus saat evakuasi kacau AS dan sekutunya dari Afghanistan. Ledakan besar dan tembakan berikutnya menewaskan 13 tentara AS dan lebih dari 160 warga sipil Afghanistan.

Pasukan AS menanggapi serangan itu dengan serangan udara terhadap sasaran ISIS di Provinsi Nangarhar timur dan serangan drone atau pesawat nirawak di Kabul yang dimaksudkan untuk menargetkan seorang teroris. Tetapi akhirnya serangan itu malah menewaskan 10 warga sipil, tujuh di antaranya adalah anak-anak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Mensesneg: Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet

#2
Gara-gara Vaksin Sinovac Laju Vaksinasi Turun

#3
Az Zikra Sentul Tolak Dijadikan Tempat Reuni 212

#4
Minions Lewati Ganda Taiwan Lee/Wang

#5
Dituding Tidak Menghargai MPR, Ini Jawaban Sri Mulyani

#6
Pembatasan Mudik Nataru, 4 Ruas Tol Terapkan Ganjil Genap

#7
Kota Termahal di Dunia 2021, Posisi Paris Tergeser

#8
Ini Varian-varian Baru Covid-19 yang Mendunia

#9
BWF World Tour Finals: Greysia/Apriyani Taklukkan Unggulan 1

#10
PA 212 Ngotot Reuni di Patung Kuda, Polisi Tak Beri Izin

TERKINI


OLAHRAGA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

DIGITAL | 2 Desember 2021

OLAHRAGA | 2 Desember 2021

KESEHATAN | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021