Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Akibat Pandemi, 59.757 Calon Jemaah Tunda Ibadah Umrah

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:55 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Ilustrasi ibadah umrah.

Jakarta, Beritasatu.com - Kasubdit Pengawasan Umrah Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Ditjen PHU Kemenag) Noer Aliya Fitra mengatakan, berdasarkan Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Sipatuh) per Minggu(17/10/2021) ada 59.757 calon jemaah umrah tertunda keberangkatannya akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, ada sekitar 41.000 lebih jemaah umrah yang sudah melakukan pembayaran. Adapun pembayaran ini terdiri dari pembayaran setoran awal dan setoran pelunasan ke masing-masing Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Yang sudah siap diberangkatkan, yang sudah punya tiket dan visa ada sekitar 18.000 orang,” kata Nafit sapaan akrab Noer pada acara saat konferensi pers tentang Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Haji dan Umrah 1433/2022 di Hotel Grand Orchardz, Jakarta Pusat, Senin (18/10/2021).

Selanjutnya, Nafit juga menambahkan, jumlah jemaah yang sudah berangkat dan tidak sampai melaksanakan ibadah umrah karena Pemerintah Arab Saudi sudah menutup penyelenggara umrah akibat pandemi Covid-19.

“Saat itu sudah berangkat, namun tidak sampai melaksanakan ibadah umrah ada sekitar 1.628 orang. Saat itu mereka transit ke negara ketiga, mereka belum sempat berangkat ke Arab Saudi, namun Arab Saudi sudah menutup umrah,” terang Nafit.

Nafit mengatakan, data jemaah ini akan terus diperbaharui dari 100 PPIU yang mengirimkan datanya. “Kami rekapitulasi jemaah umrah yang siap berangkat karena data ini terus diperbaharui tiap hari. PPIU sudah mengirimkan ke kami terkait jemaah yang sudah vaksin dosis lengkap dan jemaah yang siap diberangkatkan,” ucapnya.

Sementara itu, Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat edaran ke seluruh PPIU untuk melaporkan update data jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya yang telah divaksinasi dan siap berangkat.

Selain itu, update data jemaah yang melakukan pembatalan/penarikan dana perjalanan ibadah umrah pada masing-masing PPIU.

Hilman juga mengatakan, selama ini sistem informasi dan data penyelenggaraan umrah terfasilitasi dalam Siskopatuh. Namun, aplikasi ini tidak merekam data vaksinasi Covid-19 jemaah umrah. Padahal data sertifikat vaksin menjadi salah satu syarat yang diberlakukan Arab Saudi. Data tersebut adanya di aplikasi Kemenkes yang disebut PeduliLindungi.

"Proses integrasi sistem agar bisa menyajikan data yang dibutuhkan Saudi dan dibaca melalui QR Code, terus dibahas Kemenag dan Kemenkes. Draft MoU dan perjanjian kerjasamanya sudah dirumuskan. Pembahasan juga dilakukan dengan pengelola aplikasi tawakkal milik Saudi," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

OTOMOTIF | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021