Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Taliban Sepakat Dukung Vaksinasi Polio di Afghanistan

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:07 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Seorang petugas kesehatan memberikan vaksin polio kepada seorang anak saat kampanye vaksinasi anti-polio di distrik Aqcha di provinsi Jawzjan, Afghanistan, Minggu (17/1/2021).

Kabul, Beritasatu.com- Petugas kesehatan di Afghanistan akan memulai program vaksinasi polio dari rumah ke rumah pada November. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (19/10/2021), rencana diumumkan setelah pemerintah baru Taliban setuju untuk mendukung kampanye tersebut.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak-anak PBB (UNICEF), Afghanistan dan tetangganya Pakistan adalah negara terakhir di dunia dengan polio endemik, penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan sangat menular.

Advertisement

“WHO dan UNICEF menyambut baik keputusan pemimpin Taliban yang mendukung dimulainya kembali vaksinasi polio dari rumah ke rumah di Afghanistan,” kata WHO, Senin.

Afghanistan dan negara tetangga Pakistan adalah negara terakhir di dunia dengan polio endemik, penyakit yang sangat menular dan tidak dapat disembuhkan yang ditularkan melalui limbah yang dapat menyebabkan kelumpuhan yang melumpuhkan pada anak-anak.

Polio telah hampir dieliminasi secara global melalui upaya inokulasi selama beberapa dekade. Namun ketidakamanan, medan yang tidak dapat diakses, pemindahan massal dan kecurigaan adanya campur tangan pihak luar telah menghambat vaksinasi massal di Afghanistan dan beberapa wilayah di Pakistan.

Badan-badan PBB mencatat bahwa hanya satu kasus virus polio liar yang dilaporkan di Afghanistan sejak awal tahun, memberikan “kesempatan luar biasa untuk memberantas polio”.

“Memulai kembali vaksinasi polio sekarang sangat penting untuk mencegah kebangkitan polio yang signifikan di dalam negeri dan mengurangi risiko penularan lintas batas dan internasional,” kata mereka.

Kampanye, yang akan dimulai pada 8 November, akan menjadi yang pertama dalam lebih dari tiga tahun yang ditujukan untuk semua anak di Afghanistan, termasuk lebih dari 3 juta di daerah terpencil dan sebelumnya tidak dapat diakses.

“Keputusan ini akan memungkinkan kami untuk membuat langkah besar dalam upaya pemberantasan polio,” ujar Hervé Ludovic De Lys, Perwakilan UNICEF di Afghanistan.

“Untuk menghilangkan polio sepenuhnya, setiap anak di setiap rumah tangga di Afghanistan harus divaksinasi, dan dengan mitra kami, inilah yang akan kami lakukan,” katanya.

Kampanye kedua, yang akan dimulai dengan koordinasi dengan kampanye di Pakistan pada bulan Desember, juga telah disepakati.

Menurut angka yang dikumpulkan sebelum runtuhnya pemerintah yang didukung Barat pada Agustus, ada satu kasus yang dilaporkan dari virus polio liar tipe 1 (WPV1) di Afghanistan pada tahun 2021, dibandingkan dengan 56 kasus pada tahun 2020.

Namun, sampai penyakit ini dihilangkan seluruhnya, penyakit ini tetap menjadi ancaman bagi kesehatan manusia di semua negara, terutama yang memiliki sistem kesehatan yang rentan, karena risiko mengimpor penyakit tersebut.

Sejak Taliban kembali berkuasa dua bulan lalu, PBB telah berbicara dengan para pemimpin kelompok itu untuk mengatasi tantangan kesehatan yang menjulang di negara itu.

“Kepemimpinan Taliban telah menyatakan komitmen mereka untuk memasukkan pekerja garis depan perempuan,” tambah Ludovic De Lys.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 7 Desember 2021

DUNIA | 7 Desember 2021

DUNIA | 7 Desember 2021

DUNIA | 7 Desember 2021

DUNIA | 7 Desember 2021

DUNIA | 7 Desember 2021

DUNIA | 7 Desember 2021

DUNIA | 7 Desember 2021

DUNIA | 7 Desember 2021

DUNIA | 7 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Rumini, Korban Semeru yang Jadi Pelindung sang Ibu 

#2
Inmendagri PPKM Luar Jawa-Bali Diterbitkan, Berlaku Hari Ini

#3
Siskaeee Dinilai Kena Kutukan dari Nyi Ageng Serang

#4
Pertemuan Moeldoko dengan Uskup Agung Jakarta Diapresiasi

#5
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Seharian

#6
Sri Safitri Resmi Pimpin Forum Alumni Universitas Telkom

#7
Saksi Sebut Angin Prayitno Sosok Sederhana 

#8
Diduga 4 Alasan Ini Penyebab Dibatalkannya PPKM 3 Nataru

#9
WHO Larang Plasma Konvalesen, Ini Respons Kemenkes

#10
Bali, Banten, dan DKI Jakarta Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

TERKINI


DUNIA | 8 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021