Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Serangan Bom di Damaskus, 14 Tentara Suriah Tewas

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Bus tentara Suriah hangus, yang ditargetkan dengan bahan peledak di ibu kota Suriah Damaskus pada Rabu 20 Oktober 2021. Serangan bom di bus tentara di Damaskus menewaskan sedikitnya 13 orang.

Damaskus, Beritasatu.com- Serangan bom ganda di Damaskus tewaskan 14 personel militer Suriah pada Rabu (20/10/2021). Seperti dilaporkan Al Jazeera, beberapa tentara lainnya terluka dalam serangan pada jam sibuk pagi hari.

Menurut TV pemerintah dan seorang pejabat militer, serangan pada Rabu pagi itu adalah yang paling mematikan di Damaskus dalam beberapa tahun. Serangan itu juga peristiwa langka sejak pasukan pemerintah merebut pinggiran kota yang sebelumnya dikuasai oleh pejuang oposisi dalam konflik 10 tahun di Suriah.

Advertisement

TV pemerintah Suriah menunjukkan rekaman bus yang hangus di pusat Damaskus. Laporan menyebut serangan itu terjadi pada jam-jam sibuk ketika orang-orang menuju ke tempat kerja dan sekolah.

Dua alat peledak meledak ketika bus itu berada di dekat jembatan Hafez al-Assad. Laporan menambahkan alat ketiga dijinakkan oleh unit teknik tentara yang dikatakan para pejabat sebagai ledakan "teroris".

Satu sumber militer yang dikutip oleh kantor berita negara SANA mengatakan bom telah ditanam di dalam bus itu sendiri.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung atas serangan itu.

"Ini adalah tindakan pengecut," kata komandan polisi Damaskus Mayor Jenderal Hussein Jumaa kepada TV pemerintah.

Jumaa menambahkan bahwa pasukan polisi segera menutup daerah itu dan memastikan tidak ada lagi bom. Dia mendesak orang-orang untuk memberi tahu pihak berwenang tentang objek mencurigakan yang mereka lihat.

Koresponden Al Jazeera Zena Khodr mengatakan serangan yang terjadi di jantung ibu kota Suriah itu jelas merupakan “pelanggaran keamanan”.

“Rezim pasti memiliki banyak musuh,” katanya, berbicara dari ibu kota Lebanon, Beirut.

Salah satunya adalah pejuang oposisi, yang sebagian besar terbatas di utara negara itu. Ada juga pejuang ISIL (ISIS) yang terus beroperasi di daerah gurun yang luas di negara itu dan terlibat dalam bentrokan yang sedang berlangsung dengan rezim berulang kali.

“Lalu ada juga perpecahan di dalam aparat keamanan, di dalam tentara dan di dalam wilayah itu sendiri. Jadi kami hanya bisa berspekulasi tetapi jelas rezim percaya itu adalah oposisi,” tambah Khodor.

Joseph Daher, profesor afiliasi dengan proyek Suriah masa perang dan pasca-konflik di Institut Universitas Eropa, mengatakan ledakan itu menunjukkan sekali lagi bahwa Suriah "sangat jauh dari stabilitas apa pun".

“Rezim diancam oleh banyak aktor. Jenis aksi teroris ini adalah merek dagang dari apa yang disebut Negara Islam [ISIL], yang meskipun kekalahan 2019 oleh pasukan gabungan AS dan SDF tidak berarti akhir dari organisasi, dan masih menjadi ancaman dan tantangan keamanan terutama setelah perubahan strategi,” paparnya, saat berbicara dari Jenewa.

“Ini menunjukkan sekali lagi kita sangat jauh dari stabilitas apa pun di Suriah, baik secara politik, militer, atau ekonomi. Kami masih dalam situasi konflik,” tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Mensesneg: Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet

#2
Gara-gara Vaksin Sinovac Laju Vaksinasi Turun

#3
Az Zikra Sentul Tolak Dijadikan Tempat Reuni 212

#4
Minions Lewati Ganda Taiwan Lee/Wang

#5
Dituding Tidak Menghargai MPR, Ini Jawaban Sri Mulyani

#6
Pembatasan Mudik Nataru, 4 Ruas Tol Terapkan Ganjil Genap

#7
Kota Termahal di Dunia 2021, Posisi Paris Tergeser

#8
Ini Varian-varian Baru Covid-19 yang Mendunia

#9
BWF World Tour Finals: Greysia/Apriyani Taklukkan Unggulan 1

#10
PA 212 Ngotot Reuni di Patung Kuda, Polisi Tak Beri Izin

TERKINI


OLAHRAGA | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

OLAHRAGA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

DIGITAL | 2 Desember 2021

OLAHRAGA | 2 Desember 2021

KESEHATAN | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021