Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Untuk Negara Miskin, WHO Akan Beli Pil Anti-Covid Seharga Rp 141.000

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:34 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Molnupiravir

Brussels, Beritasatu.com- Satu Program Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan membeli pil anti-covid dengan harga US$10 (Rp 140.491) per dosis. Menurut draf dokumen yang dilihat oleh Reuters, Rabu (20/10/2021), program WHO memastikan negara-negara miskin mendapatkan akses yang adil ke vaksin, tes, dan perawatan Covid-19.

Pil eksperimental molnupiravir dari Merck & Co kemungkinan besar menjadi salah satu obatnya. Obat lain untuk mengobati pasien ringan sedang dikembangkan.

Advertisement

Dokumen WHO itu menguraikan tujuan Access to Covid-19 Tools Accelerator (Act-A) hingga September mendatang. WHO menyatakan program tersebut ingin mengirimkan sekitar satu miliar tes Covid-19 ke negara-negara miskin, dan pengadaan obat-obatan untuk mengobati hingga 120 juta pasien secara global, dari sekitar 200 juta kasus baru diperkirakan dalam 12 bulan ke depan.

Rencana tersebut menyoroti bagaimana WHO ingin menopang pasokan obat-obatan dan tes dengan harga yang relatif rendah setelah kalah dalam perlombaan vaksin ke negara-negara kaya. Kondisi itu mengakibatkan negara-negara termiskin hanya memiliki sejumlah vaksin.

Seorang juru bicara Act-A mengatakan dokumen yang bertanggal 13 Oktober itu, masih dalam tahap konsultasi. Dia menolak untuk mengomentari isi dokumen sebelum diselesaikan. Dokumen tersebut juga akan dikirimkan kepada para pemimpin global menjelang KTT Kelompok 20 (G-20) di Roma pada akhir bulan ini.

Act-A mencari dana tambahan sebesar US$22,8 miliar (Rp 320 triliun) dari G-20 dan donor lainnya hingga September mendatang. Ini akan diperlukan untuk membeli vaksin, obat-obatan dan tes dan untuk mendistribusikannya ke negara-negara miskin untuk mempersempit kesenjangan besar dalam pasokan antara negara-negara kaya dan kurang maju. Para donor sejauh ini telah menjanjikan US$18,5 miliar (Rp 259 triliun) untuk program tersebut.

Permintaan keuangan didasarkan pada perkiraan terperinci tentang harga obat-obatan, perawatan dan tes, yang akan memperhitungkan pengeluaran terbesar program di samping biaya distribusi vaksin.

Meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan molnupiravir, dokumen Act-A mengharapkan pembayaran US$10 dolar (Rp 140.491) per dosis untuk "antivirus oral baru untuk pasien ringan/sedang".

Pil lain untuk mengobati pasien ringan sedang dikembangkan, tetapi molnupiravir adalah satu-satunya yang sejauh ini menunjukkan hasil positif dalam uji coba tahap akhir. Act-A sedang dalam pembicaraan dengan Merck & Co dan produsen obat generik untuk membeli obat tersebut.

Harga patokan WHO itu sangat rendah dibandingkan dengan US$700 (Rp 9,8 juta) per dosis yang telah disetujui Amerika Serikat untuk membayar 1,7 juta dosis.

Tetapi satu penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard memperkirakan bahwa molnupiravir dapat berharga sekitar US$ 20 (Rp 280.982) jika diproduksi oleh pembuat obat generic. Harga itu bahkan masih berpotensi turun menjadi US$7,70 (Rp 108.178) di bawah produksi yang dioptimalkan.

Merck & Co memiliki kesepakatan lisensi dengan delapan pembuat obat generik India. Dokumen Act-A menyatakan targetnya adalah untuk mencapai kesepakatan pada akhir bulan depan. Program WHO harus mengamankan pasokan "obat rawat jalan oral", yang diharapkan akan tersedia mulai kuartal pertama tahun 2022.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Semeru Erupsi, Sebagian Lumajang Seperti Malam

#2
Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

#3
Bantuan Logistik Pengungsi Gunung Semeru Dikirim Malam Ini

#4
Mahasiswi Bunuh Diri, Anggota Polres Pasuruan Diperiksa

#5
Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

#6
Naik, Jumlah Pasien yang Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

#7
Soal Omicron, Ilmuwan WHO Minta Dunia Tidak Panik

#8
Hujan Abu dari Gunung Semeru Diprediksi selama 6 Jam

#9
Menparekraf: Wae Rebo Indah

#10
Jokowi Mengaku Dikawal Ketat Bahlil, Urusan Apa?

TERKINI


EKONOMI | 5 Desember 2021

BOLA | 5 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

KESEHATAN | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021