Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Untuk Dapat Bantuan IMF, Lebanon Hadapi Banyak Tantangan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:30 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Orang-orang mengacungkan gambar pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, ketika mereka berkumpul untuk menyambut kapal tanker yang membawa bahan bakar Iran di Lembah Bekaa, Lebanon pada 16 September 2021.

Beirut, Beritasatu.com- Lebanon memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum mendapat bantuan Dana Moneter Internasional (IMF). Seperti dilaporkan Xinhua, Rabu (20/10/2021), pernyataan itu dilontarkan pakar.

“Tantangan pertama adalah bahwa kabinet perlu menyajikan strategi komprehensif tentang reformasi yang direncanakan Lebanon kepada IMF pada waktu yang tepat,” kata Ghassan Ayache, mantan wakil gubernur bank sentral Lebanon kepada Xinhua.

Advertisement

Ayache mencatat bahwa waktunya sangat penting, terutama karena IMF tidak mendukung kesepakatan dengan kabinet sementara.

"IMF lebih suka menunggu sampai pemilihan parlemen pada 2022, yang akan melahirkan kabinet baru yang mampu membuat setidaknya janji reformasi jangka menengah," kata Ayache.

Tantangan kedua, menurut Ayache, adalah membentuk komite yang mampu melakukan pembicaraan dengan IMF dengan mengadopsi visi yang terkoordinasi dengan baik tentang krisis Lebanon, penyebab dan solusi yang diperlukan.

“Lebanon telah membentuk komite untuk pembicaraan IMF. Namun, anggota berselisih satu sama lain, meningkatkan kekhawatiran publik tentang kemampuan mereka untuk mengatasi perbedaan untuk mencapai kesepakatan yang sukses dengan IMF,” kata Ayache.

Lebanon menghadapi krisis keuangan terburuk dalam sejarahnya dengan utang publik berkisar sekitar US$ 98 miliar (Rp 1.376 triliun) dan mata uangnya telah kehilangan lebih dari 90% nilainya.

Awal tahun ini, Lebanon gagal membayar Eurobond senilai US$ 1,2 miliar (Rp 16,8 triliun), kegagalan pertama dalam sejarah negara itu.

Selain itu, bank telah memberlakukan kontrol modal yang ketat karena mereka tidak memiliki mata uang yang sulit untuk membayar deposan.

“Tantangan lain yang dihadapi Lebanon adalah menentukan kerugian dan mendistribusikannya di antara negara, bank sentral, bank komersial, deposan dan kreditur,” kata Mounir Younes, ekonom dan mantan pemimpin redaksi surat kabar Al Qabas Kuwait.

Perusahaan penasihat keuangan Lazard memperkirakan bahwa kerugian sistem keuangan Lebanon mencapai lebih dari US$ 80 miliar (Rp 1.123 triliun), angka yang diperdebatkan oleh anggota parlemen, bank sentral dan pemberi pinjaman komersial tetapi jatuh sejalan dengan perkiraan IMF.

Younes mengatakan restrukturisasi sektor perbankan merupakan tantangan lain bagi Lebanon, karena bank-bank di negara itu berada di ambang kebangkrutan.

"Jika pembicaraan IMF berhasil, Lebanon akan dapat merestrukturisasi utangnya dan meminjam lagi dari pasar keuangan internasional untuk menghidupkan kembali ekonomi, mencapai pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja," timpalnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Semeru Erupsi, Sebagian Lumajang Seperti Malam

#2
Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

#3
Bantuan Logistik Pengungsi Gunung Semeru Dikirim Malam Ini

#4
Mahasiswi Bunuh Diri, Anggota Polres Pasuruan Diperiksa

#5
Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

#6
Naik, Jumlah Pasien yang Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

#7
Soal Omicron, Ilmuwan WHO Minta Dunia Tidak Panik

#8
Hujan Abu dari Gunung Semeru Diprediksi selama 6 Jam

#9
Menparekraf: Wae Rebo Indah

#10
Jokowi Mengaku Dikawal Ketat Bahlil, Urusan Apa?

TERKINI


EKONOMI | 5 Desember 2021

BOLA | 5 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

KESEHATAN | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021