Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Taiwan Siap Bekerja Sama untuk Capai Masa Depan Dunia yang Bersih

Jumat, 22 Oktober 2021 | 11:10 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO
Menteri Perlindungan Lingkungan Taiwan, Chang Tzi-chin.

Jakarta, Beritasatu.com – Ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, konsentrasi karbon dioksida di atmosfer terus mencapai rekor tertinggi. Terkait dengan itu, Taiwan siap bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk mencapai masa depan dunia yang lebih bersih.

Hal itu dikatakan Menteri Perlindungan Lingkungan Taiwan, Chang Tzi-chin dalam keterangan yang disampaikan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taipei (Taipei Economic and Trade Office/TETO), Jumat (22/10/2021).

Advertisement

“Kontribusi Kelompok Kerja I untuk Laporan Penilaian Keenam yang diterbitkan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) pada Agustus 2021 dengan tegas menyatakan bahwa aktivitas manusia telah meningkatkan pemanasan atmosfer, lautan, dan daratan. Atmosfer, lautan, kriosfer, dan biosfer, semuanya telah mengalami perubahan yang luas dan cepat,” ujar Menteri Chang.

Dikatakan, cuaca pada 2021 juga tidak stabil, seperti yang terlihat dari badai musim dingin di negara bagian Texas, Amerika Serikat (AS) yang merusak sistem energi dan rekor suhu hampir 50 derajat Celcius di pantai barat Amerika Utara serta hujan lebat di Eropa Barat dan Tiongkok.

Selain itu, Taiwan mengalami kekeringan terburuk dalam lebih dari 50 tahun, yang diikuti oleh curah hujan yang sangat tinggi. Kita dapat melihat dengan jelas bagaimana perubahan iklim telah memengaruhi seluruh dunia.

Dengan peristiwa cuaca ekstrem yang menantang seluruh dunia saat ini, ujar Menteri Chang, PBB menyerukan kepada semua negara untuk menerapkan Perjanjian Paris dan mengambil langkah yang lebih proaktif. Sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, Taiwan berusaha keras untuk berintegrasi dengan upaya global untuk mengurangi perubahan iklim.

“Pada Hari Bumi tahun ini (22 April 2021), Presiden Tsai Ing-wen menyatakan bahwa ‘mewujudkan emisi nol-bersih pada 2050 adalah tujuan dunia, termasuk Taiwan’. Presiden Tsai juga mengungkapkan target emisi gas rumah kaca yang jelas untuk Taiwan. Pada pertemuan ke-33 Dewan Nasional untuk Pembangunan Berkelanjutan, Perdana Menteri Su Tseng-chang mengumumkan dimasukkannya ‘target emisi nol-bersih 2050’ dalam amendemen untuk UU tentang Pengurangan dan Pengelolaan Gas Rumah Kaca, yang menunjukkan tekad Taiwan untuk secara aktif mengurangi emisi karbon,” ujarnya.

Mekanisme pengelolaan dan sistem insentif yang lebih banyak dan lebih kuat akan diperkenalkan dengan amendemen penting lainnya untuk meningkatkan efisiensi tata kelola, memperkenalkan mekanisme penetapan harga karbon, dan mengadaptasi strategi untuk perubahan iklim. Menurut Menteri Chang, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mendorong investasi swasta dalam penelitian dan pengembangan, serta partisipasi publik dalam pembangunan berkelanjutan Taiwan.

Taiwan, ujarnya, telah menetapkan target pengurangan jangka panjang dan merencanakan jalur praktis untuk mencapai emisi nol-bersih 2050. Eksekutif Yuan telah mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait, membentuk kelompok kerja di jalan menuju emisi nol-bersih, dan mencari konsultasi profesional dari Academia Sinica dan Institut Penelitian Teknologi Industri.

Empat kelompok kerja telah dibentuk untuk fokus pada bidang energi dekarbonisasi, industri dan efisiensi energi, transportasi hijau dan elektrifikasi kendaraan, serta teknologi karbon-negatif untuk melakukan penilaian teknis antarkementerian.

“Sehubungan dengan kebijakan energi dan industri, penanda jangka pendek, menengah, dan panjang untuk 2030, 2040, dan 2050 akan ditetapkan pada jalur menuju emisi nol-bersih,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Perlindungan Lingkungan (EPA) bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya telah meluncurkan konsultasi publik tentang visi 2050 untuk memfasilitasi dialog sosial tentang isu-isu kritis, seperti penyerap karbon pertanian dan kehutanan, bangunan nol-bersih, transportasi hijau, industri rendah karbon, instrumen ekonomi, dan transformasi yang adil.

“Dengan partisipasi yang beragam dari semua sektor dan investasi penelitian dan pengembangan dalam teknologi inovatif, Taiwan akan mencari jalur tata kelola iklim yang paling sesuai untuk pembangunan berkelanjutannya,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 2 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

DUNIA | 1 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Mensesneg: Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet

#2
Gara-gara Vaksin Sinovac Laju Vaksinasi Turun

#3
Az Zikra Sentul Tolak Dijadikan Tempat Reuni 212

#4
Minions Lewati Ganda Taiwan Lee/Wang

#5
Dituding Tidak Menghargai MPR, Ini Jawaban Sri Mulyani

#6
Pembatasan Mudik Nataru, 4 Ruas Tol Terapkan Ganjil Genap

#7
Kota Termahal di Dunia 2021, Posisi Paris Tergeser

#8
Cegah Omicron, Luhut Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

#9
BWF World Tour Finals: Greysia/Apriyani Taklukkan Unggulan 1

#10
PA 212 Ngotot Reuni di Patung Kuda, Polisi Tak Beri Izin

TERKINI


DUNIA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

OLAHRAGA | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

OLAHRAGA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

DIGITAL | 2 Desember 2021

OLAHRAGA | 2 Desember 2021

KESEHATAN | 2 Desember 2021