Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

India Berikan Satu Miliar Dosis Covid-19

Jumat, 22 Oktober 2021 | 11:31 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD
Narendra Modi

New Delhi, Beritasatu.com - India telah memberikan satu miliar dosis vaksin Covid-19 pada Kamis (21/10), saat negara masih berjuang kembali dari lonjakan dalam jumlah kasus yang membuat sistem kesehatan hampir runtuh.

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi memuji itu sebagai prestasi dan menyebutnya kemenangan ilmu pengetahuan India. Tetapi pihak berwenang tetap waspada terhadap gelombang pandemi baru.

Advertisement

Sekitar tiga perempat orang dewasa di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa ini telah mendapatkan satu suntikan dan 30% telah divaksinasi lengkap, menurut angka pemerintah.

Tetapi ratusan juta orang India di bawah 18 tahun, atau sekitar 40% dari populasi, belum mendapat vaksin.

Lebih dari 200.000 orang meninggal dalam gelombang Covid-19 yang menghancurkan dari pertengahan April hingga pertengahan Juni tahun ini. Ratusan ribu orang terserang varian Delta, sementara banyak rumah sakit dan krematorium kewalahan.

Sejak itu, jumlah kasus telah menurun tajam. Kurang dari 20.000 infeksi dilaporkan setiap hari dan banyak aktivitas sosial telah dilanjutkan.

Mumbai, salah satu kota yang paling parah dilanda pandemi, baru-baru ini melaporkan nol kematian akibat Covid-19 dalam sehari untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai.

Sebagai perayaan jumlah vaksinasi, Modi memberikan penghormatan kepada petugas kesehatan dan monumen India di Ibu Kota New Delhi harus dinyalakan dengan warna-warna nasional.

Negara tetangga di Bhutan dan Sri Lanka memuji tonggak sejarah tersebut. Sementara perwakilan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unicef) di India, Yasmin Ali Haque, mengatakan itu adalah pencapaian luar biasa.

"Ketika keluarga India pulih dari gelombang Covid-19 yang menghancurkan baru-baru ini, bagi banyak orang, tonggak sejarah ini berarti harapan," tuturnya.

279 Hari

Hanya pemerintah Tiongkok, yang mengatakan telah memberikan lebih dari 2,3 miliar vaksin, yang memberikan lebih banyak dosis daripada India.

Miliaran vaksin diberikan dalam 279 hari meskipun kekurangan pasokan, yang memaksa produsen vaksin terbesar di dunia tersebut menghentikan ekspor selama beberapa bulan.

"Selama gelombang pertama, saya ingat mendengar orang berbicara tentang apakah virus corona itu nyata atau tidak," kata Reham Ali (49), sopir taksi berusia 49 tahun di New Delhi yang baru mendapat satu dosis.

"Sekarang, orang tahu itu dan keraguan berkurang. Gelombang kedua membuka mata," lanjutnya.

Ekspor vaksin untuk sementara telah dimulai kembali. Para pejabat mengatakan "apotek dunia" akan kembali beroperasi dengan kapasitas penuh pada 2022.

Sebagian besar pembatasan aktivitas sosial telah dicabut dan kerumunan besar memadati pasar dan pusat perbelanjaan selama musim festival keagamaan utama India. Ini menjadi dorongan bagi perekonomian yang terpukul.

Hal ini telah memicu ketakutan akan gelombang baru Covid-19, mendorong pemerintah mempercepat vaksinasi dan menyimpan cadangan oksigen.

"Saya pikir tidak mungkin kita akan melihat gelombang ketiga yang mirip dengan gelombang kedua," ujar Gangandeep Kang dari Christian Medical College, Vellore.

"Satu-satunya situasi di mana itu bisa terjadi adalah jika kita mendapat varian virus yang sama sekali baru. Maka itu akan menjadi pandemi yang baru," katanya kepada AFP.

Adapun India memiliki jumlah kasus tertinggi kedua di dunia, mencapai 34 juta kasus. Sedangkan kematian akibat Covid-19 mencapai 452.000 jiwa atau yang tertinggi ketiga, di belakang jumlah korban di Amerika Serikat dan Brazil.

Tetapi kurangnya pelaporan secara luas dan beberapa penelitian memperkirakan jumlah korban sebenarnya di India bisa lebih tinggi sepuluh kali lipat dari jumlah yang dilaporkan. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Suasana Tak Kondusif, Musda V KBPP Polri Sulut Dibatalkan

#2
Warga Afsel yang Positif Omicron Sempat Transit di Singapura

#3
Ini Aturan Terbaru Bepergian Saat Liburan Nataru

#4
Fadel Muhammad: MPR Kecewa dengan Kinerja Kemenkeu

#5
Pemerintah Naikkan Status PPKM di Jakarta Jadi Level 2

#6
Calon Umrah dengan Vaksin Sinovac Wajib Karantina 3 Hari

#7
Reuni 212 Pindah ke Bogor, Ini Saran Ridwan Kamil

#8
Ini Hasil Undian BWF World Tour Finals

#9
Bos Moderna Peringatkan Vaksin Kurang Efektif untuk Omicron

#10
Kapolda Rencana Buat Arena untuk Balapan Liar

TERKINI


KESEHATAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

DUNIA | 30 November 2021

NASIONAL | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

KESEHATAN | 30 November 2021

MEGAPOLITAN | 30 November 2021

OLAHRAGA | 30 November 2021

MEGAPOLITAN | 30 November 2021