Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Junta Myanmar Tangkap Lagi 110 Tahanan yang Baru Dibebaskan

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:14 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Seorang pria (tengah) dipersatukan kembali dengan anggota keluarganya di luar Penjara Insein setelah pembebasannya di Yangon pada 18 Oktober 2021.

Yangon, Beritasatu.com - Junta Myanmar telah menangkap kembali lebih dari 110 orang tahanan politik dan pengunjuk rasa anti-kudeta yang dibebaskan dalam amnesti baru-baru ini. Hal ini diungkapkan kelompok pemantau lokal yang melacak penahanan dan pembunuhan di negara itu.

Negara Asia Tenggara itu telah berada dalam kekacauan sejak kudeta 1 Februari lalu, dengan lebih dari 1.100 tewas dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat dan lebih dari 8.000 ditangkap, menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

Advertisement

Pada hari Senin, militer mengumumkan akan membebaskan lebih dari 5.000 orang selama tiga hari festival Buddha Thadingyut. Hal itu membuat para keluarga tahanan bergegas ke penjara dengan harapan dipersatukan kembali dengan orang yang mereka cintai.

Jumlah sebenarnya dari mereka yang dibebaskan di seluruh negeri sulit untuk diverifikasi, dan banyak yang dibebaskan hanya setelah menandatangani dokumen yang berjanji untuk tidak melakukan pelanggaran kembali.

Setidaknya 110 dari mereka yang diampuni telah ditangkap kembali, menurut AAPP.

"Beberapa ... ditangkap kembali segera setelah mereka tiba di rumah," katanya dalam sebuah pernyataan, Kamis (21 Oktober).

"Beberapa orang yang lain diberitahu bahwa mereka ada dalam daftar yang dibebaskan, dibawa ke pintu masuk penjara, hanya untuk masuk kembali ke penjara dengan tuduhan tambahan".

Pihak berwenang Myanmar membebaskan lebih dari 2.000 pengunjuk rasa anti-kudeta dari penjara di seluruh negeri pada bulan Juni, termasuk wartawan yang kritis terhadap pemerintah militer.

Mereka yang masih ditahan termasuk jurnalis Amerika Danny Fenster, yang telah ditangkap sejak 24 Mei.

Amnesti terbaru datang dengan junta militer di bawah tekanan yang meningkat untuk mencoba menyelesaikan masalah dengan lawan-lawannya, setelah hampir sembilan bulan merebut kekuasaan.

Pekan lalu Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) memutuskan untuk mengecualikan pemimpin junta Min Aung Hlaing dari pertemuan puncak blok 10 negara yang akan datang karena keraguan tentang komitmennya untuk meredakan krisis berdarah itu.

Amerika Serikat (AS) menyambut baik langkah langka dari ASEAN yang telah lama dikritik tak “bergigi”. Derek Chollet, penasihat Departemen Luar Negeri mengatakannya kepada wartawan.

Chollet berbicara selama lawatan ke Asia Tenggara untuk berkonsultasi dengan sekutu AS tentang cara lebih lanjut untuk menekan junta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

DUNIA | 30 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Suasana Tak Kondusif, Musda V KBPP Polri Sulut Dibatalkan

#2
Warga Afsel yang Positif Omicron Sempat Transit di Singapura

#3
Ini Aturan Terbaru Bepergian Saat Liburan Nataru

#4
Fadel Muhammad: MPR Kecewa dengan Kinerja Kemenkeu

#5
Pemerintah Naikkan Status PPKM di Jakarta Jadi Level 2

#6
Calon Umrah dengan Vaksin Sinovac Wajib Karantina 3 Hari

#7
Reuni 212 Pindah ke Bogor, Ini Saran Ridwan Kamil

#8
Ini Hasil Undian BWF World Tour Finals

#9
Bos Moderna Peringatkan Vaksin Kurang Efektif untuk Omicron

#10
Kapolda Rencana Buat Arena untuk Balapan Liar

TERKINI


MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

EKONOMI | 1 Desember 2021

BOLA | 1 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

BOLA | 1 Desember 2021

KESEHATAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

DUNIA | 30 November 2021