Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

AS Akan Membela Taiwan dari Invasi Tiongkok

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:58 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD
Presiden AS Joe Biden berpidato di Sesi ke-76 Majelis Umum PBB pada Selasa 21 September 2021 di New York, AS.

Baltimore, Beritasatu.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerangnya, kata Presiden AS Joe Biden. Pernyataan ini memicu peringatan dari Tiongkok pada Jumat (22/10), yang mengatakan tekadnya untuk mengambil kembali pulau demokrasi tersebut tidak boleh diremehkan.

Pemerintah Tiongkok menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya. Pemerintah negara otoriter tersebut telah berjanji akan merebut Taiwan suatu hari nanti, jika perlu dengan cara paksa.

Advertisement

Wacana ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, memperburuk ketakutan pulau berpenduduk 23 juta orang itu. Selain itu, konflik bisa menjadi titik nyala utama di lingkup global.

Di sebuah balai CNN, Biden ditanya apakah pemerintah AS akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerbu. "Ya, kami memiliki komitmen untuk itu," jawabnya, Jumat (12/10/2021).

Pernyataan Biden bertentangan dengan kebijakan lama AS yang dikenal sebagai ambiguitas strategis. Pada kebijakan ini, posisi pemerintah AS membantu membangun pertahanan Taiwan tetapi tidak secara eksplisit berjanji untuk datang membantu pulau itu jika terjadi perang.

Kebijakan ini dirancang untuk mencegah invasi Tiongkok dan juga mencegah Taiwan untuk secara resmi menyatakan kemerdekaan, sesuatu yang dianggap oleh pemerintah Tiongkok sebagai garis merah.

Komentar Biden disambut pada Jumat oleh pemerintah Taiwan, yang telah mendorong untuk meningkatkan aliansi internasional agar dapat melindungi diri dari Tiongkok.

"Pemerintah AS telah menunjukkan, melalui tindakan nyata, dukungan kuat mereka untuk Taiwan," kata juru bicara kantor kepresidenan Tiongkok Xavier Chang dalam sebuah pernyataan.

Tetapi pemerintah Tiongkok memperingatkan bahwa komentar Biden berisiko merusak hubungan Tiongkok-AS. Pihaknya memperingatkan AS pada Jumat untuk bertindak dan berbicara dengan hati-hati tentang masalah Taiwan.

"Tiongkok tidak memiliki ruang untuk kompromi pada isu-isu yang melibatkan kepentingan intinya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin pada konferensi pers.

Pemerintah AS tidak boleh meremehkan apa yang disebut oleh Tiongkok tekad teguh, kemauan keras, dan kemampuan kuat Tiongkok untuk bertahan terhadap apa yang dilihatnya sebagai ancaman terhadap kedaulatannya, tambah Wang.

Biden membuat janji serupa pada Agustus selama wawancara dengan ABC. Ia bersikeras bahwa pemerintah AS akan selalu membela sekutu utama, termasuk Taiwan, meskipun sebelumnya menarik sejumlah orang dari Afghanistan ketika mengahapi Taliban.

Biden mengatakan pemerintah AS membuat komitmen suci untuk membela sekutu NATO di Kanada dan Eropa dan itu sama dengan Jepang. "Sebagai gantinya, sama dengan Korea Selatan, sama dengan Taiwan," katanya.

Gedung Putih kemudian mengatakan kepada wartawan pada kedua kesempatan itu bahwa kebijakan AS tentang Taiwan tidak berubah.

Richard McGregor, rekan senior untuk Asia Timur di Lowy Institute, mengatakan pemerintahan Biden telah dengan tegas menyatakan kembali komitmennya terhadap ambiguitas strategis.

"Saya menduga Biden tidak mencoba mengumumkan perubahan apa pun. Jadi itu bahasa yang longgar, atau mungkin nada yang sedikit lebih keras, sengaja diadopsi karena cara Tiongkok meningkatkan tempo untuk pelecehan militer terhadap Taiwan baru-baru ini," katanya kepada AFP.

Serangan Pesawat Perang

Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan tekanan ekonomi, diplomatik, dan militer di Taiwan sejak pemilihan 2016.

Presiden Tiongkok Tsai Ing-wen memandang Taiwan sudah berdaulat dan bukan bagian dari "satu Tiongkok".

Tekanan militer telah meningkat pada tahun lalu, dengan pemerintah Tiongkok mengirimkan gelombang jet tempur dan senjata nuklir yakni kendaraan pengebom yang mampu ke zona pertahanan udara Taiwan.

Menurut penghitungan AFP, lebih dari 800 penerbangan telah dilakukan ke zona itu sejak September tahun lalu, menurut bangkrut senilai 170 hanya bulan ini.

Membela Taiwan, salah satu negara demokrasi paling progresif di Asia, telah menjadi isu bipartisan yang langka di lanskap peerintah AS yang sangat terpolarisasi.

Di balai kota secara langsung pada (22/10) Kamis, Biden juga ditanyai oleh seorang penonton apakah pemerintah AS akan mampu mengikuti perkembangan militer Tiongkok dengan yang pesat.

Biden menjawab dengan "Ya," terangkat, ujarnya.

"Jangan khawatir tentang apakah... mereka akan menjadi lebih kuat," katanya. "Tiongkok, Rusia, dan sisanya di dunia tahu kita memiliki militer paling kuat dalam sejarah dunia."

Tetapi Biden menyatakan keprihatinannya bahwa negara-negara saingan mungkin terlibat dalam kegiatan di mana mereka dapat membuat masalah yang serius. Dia merujuk pada hubungan lamanya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan mengulangi posisinya. Biden mengatakan tidak ingin memulai Perang Dingin baru dengan Tiongkok.

Namun ia juga memberi peringatan. "Saya hanya ingin membuat Tiongkok mengerti bahwa kami tidak akan mundur," lanjutnya. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

OTOMOTIF | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

POLITIK | 27 November 2021

GAYA HIDUP | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021