Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Menlu Retno: Presiden Jokowi Bakal Hadir dan Berpartisipasi di KTT ASEAN

Senin, 25 Oktober 2021 | 15:48 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / LES
Retno Marsudi.

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyebutkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan hadir dan turut berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan tingkat tinggi yang akan digelar dalam beberapa hari mendatang. Rangkaian pertemuan tersebut akan dimulai dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-38 dan 39 yang digelar pada 26-28 Oktober 2021.

Setelah itu, Presiden diagendakan bertolak ke Roma, Italia, untuk menghadiri KTT Group of Twenty (G-20) yang digelar pada tanggal 30-31 Oktober 2021.

Advertisement

"Ini adalah KTT ASEAN pertama di bawah keketuaan Brunei Darussalam. KTT ke-38 akan diselenggarakan back to back dengan KTT ke-39 dan seluruh rangkaian acara akan dilakukan secara virtual," kata Retno Marsudi seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25/10/2021).

KTT G-20 dinilai sangat penting bagi Indonesia yang akan menerima keketuaan G-20 dari Italia untuk setahun ke depan.

"Serah terima akan dilakukan di hari kedua KTT, yaitu di tanggal 31 Oktober, sementara keketuaan Indonesia atau presidensi Indonesia sendiri akan dimulai 1 Desember 2021,” ujar Retno Marsudi.

Pada KTT G-20 di Roma, Retno menerangan, Presiden Jokowi akan menyampaikan pandangan untuk tiga agenda utama yaitu ekonomi dan kesehatan global, perubahan iklim dan lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan. Selain itu, Presiden juga diundang secara khusus untuk menjadi pembicara pada side event yang membahas upaya dan kebijakan untuk mendukung UMKM yang dimiliki oleh pebisnis perempuan.

KTT berikutnya yang akan dihadiri oleh Kepala Negara adalah KTT Perubahan Iklim atau COP26 World Leaders Summit yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-2 November 2021 di Glasgow.

Dalam pertemuan yang akan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tersebut, diperkirakan 120 kepala negara dan kepala pemerintahan akan hadir termasuk Presiden Jokowi yang akan menyampaikan national statement dan pernyataan bersama negara-negara kepulauan dan pulau kecil yang tergabung di dalam Archipelagic and Island States (AIS) Forum.

"Pada COP26 nanti juga akan terdapat paviliun Indonesia yang dikelola oleh Kementerian LHK. Paviliun ini akan menunjukkan berbagai pencapaian dan peluang kerja sama yang ditawarkan Indonesia dalam penanganan perubahan iklim,” terang Retno Marsudi.

Selain menghadiri kegiatan tingkat tinggi, Presiden Jokowi juga akan melakukan kunjungan bilateral ke Uni Emirat Arab. Di sana, Presiden akan melakukan sejumlah pertemuan, mulai dari pertemuan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Zayed (MBZ) di Abu Dhabi, pertemuan dengan Emir Dubai Mohammed bin Rashid (MBR) di Dubai, hingga pertemuan dengan sejumlah pengusaha bisnis yang ada di UEA.

"Bapak Presiden juga direncanakan akan mengunjungi paviliun Indonesia pada Dubai Expo,” jelas Retno Marsudi.

Retno menjelaskan saat ini sejumlah kerja sama baik pada level government to government atau (G2G) maupun business to business (B2B) masih terus dibahas dan dinegosiasikan untuk dapat dijadikan hasil dari kunjungan Presiden ke Dubai dan Abu Dhabi.

Sementara itu, beberapa pertemuan bilateral yang rencananya akan digelar di sela-sela pelaksanaan KTT G-20 dan COP26 World Leaders Summit juga masih dalam tahap pembahasan dan negosiasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Jokowi Teken Perpres Pelaksanaan Paten Obat Favipirapir

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#5
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#6
PAN: DPR dan Pemerintah Harus Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

#7
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#8
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#9
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#10
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

TERKINI


NASIONAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

KESEHATAN | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

GAYA HIDUP | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021