Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Google Investasi Rp 10,5 Triliun di Australia

Selasa, 16 November 2021 | 19:33 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Google

Sydney, Beritasatu.com- Google akan menginvestasikan US$736 juta (Rp 10,5 triliun) di Australia selama lima tahun. Seperti dilaporkan Reuters, pernyataan itu dilontarkan Google pada Selasa (16/11/2021).

Beberapa bulan sebelumnya, Google mengancam akan menarik layanannya dari Australia sebagai tanggapan atas peraturan pemerintah yang lebih ketat.

Advertisement

Unit operasi utama Alphabet Inc mengatakan pihaknya berencana untuk memperluas infrastruktur cloud, mendirikan pusat penelitian yang dikelola oleh para peneliti dan insinyur Australia dan bermitra dengan lembaga sains Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO).

Managing Director Google Australia, Mel Silva, yang awal tahun 2021 mengancam akan memblokir mesin pencari Google di Australia, mengatakan rencana pengeluaran itu akan membawa sumber daya dan investasi teknologi yang signifikan.

Menghadiri pengumuman pendanaan di Sydney, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan komitmen itu adalah "mosi percaya sebesar AUS $ 1 miliar" dalam strategi ekonomi digital Australia. Komitmen bertujuan untuk menempatkan Australia dalam 10 ekonomi digital teratas di seluruh dunia pada tahun 2030.

"Keputusan oleh Google memiliki manfaat besar bagi bisnis Australia karena kami terlibat dengan pemulihan ekonomi di depan kami. Ini akan membawa lebih banyak pekerjaan STEM ke pantai kita di seluruh teknik, ilmu komputasi dan AI," tambah Morrison yang menggunakan akronim untuk sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Silva mengancam selama dengar pendapat di parlemen Australia pada Januari untuk memblokir mesin pencari Google. Perusahaan ingin menghindari undang-undang yang memaksa perusahaan dan operator media sosial Facebook Inc agar membayar outlet berita untuk konten yang diposting ke situs web mereka.

Namun, hukum tetap berjalan dan Google mundur dari ancamannya. Baik Google dan Facebook malah membuat kesepakatan lisensi dengan sebagian besar perusahaan media utama Australia.

Pemerintah federal dijadwalkan untuk memulai tinjauan keefektifan undang-undang tersebut pada bulan Maret.

Australia juga menyatakan pihaknya berencana untuk membuat perusahaan internet besar mengambil tanggung jawab hukum atas pencemaran nama baik dan informasi yang salah yang dihosting di platform mereka, satu perubahan yang sebagian besar ditentang oleh sektor teknologi.

"Kita perlu melakukan upaya yang sama untuk memastikan dunia digital aman dan terjamin, dan tepercaya," kata Morrison.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 28 Januari 2022

DUNIA | 28 Januari 2022

DUNIA | 28 Januari 2022

DUNIA | 28 Januari 2022

DUNIA | 28 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Polda Jabar Tangkap Ketua Umum GMBI

#2
Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

#3
Jelang Penutupan, Ini Daftar Transfer Pemain Liga Inggris

#4
Hikmahanto: Singapura Tak Ikhlas Serahkan Kendali Udara ke Indonesia

#5
Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

#6
Kasus Covid-19 di Bogor Naik Drastis dalam 10 Hari Terakhir

#7
Kawal MotoGP 2022, TNI AL Turunkan Lima Kapal Perang

#8
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Standar WHO, Ini Cara Mengaksesnya

#9
Pengemis Elite di Sampit, Punya Mobil dan Motor Baru

#10
Covid-19 Omicron Terindikasi Sudah Masuk Kota Bogor

TERKINI


EKONOMI | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022