Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Australia Memulai Program Kapal Selam Nuklir dengan AS dan Inggris

Senin, 22 November 2021 | 08:45 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Anggota angkatan laut Australia berdiri di atas kapal selam kelas Collins HMAS Dechaineux saat bersiap untuk berlabuh.

Sydney, Beritasatu.com - Australia secara resmi pada hari Senin (22/11/2021) memulai program untuk melengkapi angkatan lautnya dengan kapal selam bertenaga nuklir dalam aliansi pertahanan baru dengan Inggris serta Amerika Serikat (AS).

Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton bergabung dengan diplomat AS dan Inggris menandatangani perjanjian yang memungkinkan pertukaran "informasi propulsi nuklir angkatan laut" antara negara mereka.

Advertisement

Ini adalah perjanjian pertama tentang teknologi yang ditandatangani secara publik sejak ketiga negara mengumumkan pada bulan September pembentukan aliansi pertahanan, AUKUS, untuk menghadapi ketegangan di Pasifik di mana persaingan berkembang antara Tiongkok dan AS.

"Perjanjian itu akan memungkinkan kerja sama, yang selanjutnya akan meningkatkan postur pertahanan bersama kita," kata Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat menjelang upacara penandatanganan Dutton di Canberra dengan Kuasa Usaha AS Michael Goldman dan Komisaris Tinggi Inggris Victoria Treadell.

Di bawah kesepakatan AUKUS, Australia akan mendapatkan delapan kapal selam bertenaga nuklir canggih yang mampu melakukan misi jarak jauh secara diam-diam. Kesepakatan ini juga kerja sama untuk berbagi kemampuan siber, kecerdasan buatan, kuantum, dan hal bawah laut yang tidak ditentukan.

Kesepakatan itu telah membuat marah Tiongkok, yang menggambarkannya sebagai ancaman "sangat tidak bertanggung jawab" terhadap stabilitas di kawasan itu.

Perjanjian itu juga membuat marah Prancis, yang mengetahui pada saat terakhir bahwa kontrak kapal selam diesel-listriknya dengan Australia yang diperkirakan bernilai US$ 65 miliar dibatalkan.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison tidak menyesal tentang pembatalan kerja sama dengan Prancis tersebut. Ia bersikeras bahwa itu adalah kepentingan nasional negaranya dan bahwa dia tahu itu akan "mengacaukan beberapa bulu".



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Hindari Ancaman Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi

#2
Akibat Letusan Gunung di Tonga, Pantai Jepang Dihantam Tsunami

#3
Kabar Baik! Jokowi Setujui Perpanjangan PPnBM Mobil

#4
Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

#5
Setelah Omicron, Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan

#6
Mengenal NFT dan Cara Menjualnya di Opensea

#7
Kapolda Buka Balap Jalanan di Ancol

#8
Lansia Dapat Disuntik Vaksin Booster Tanpa Tiket Undangan dari PeduliLindungi

#9
KPU Usulkan Pemilu 21 Februari 2024

#10
Kepala Jordan Terkena Lemparan Suporter, Real Betis vs Sevilla Dihentikan

TERKINI


KESEHATAN | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

EKONOMI | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022