Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dituduh Rawat Teroris, 18 Petugas Medis di Myanmar Ditahan

Rabu, 24 November 2021 | 18:58 WIB
Oleh : LES
Ilustrasi penangkapan

Yangon, Beritasatu.com - Militer Myanmar telah menahan 18 petugas medis dengan tuduhan mereka merawat para pasien anggota "organisasi-organisasi teroris", demikian dilaporkan surat kabar negara, Rabu (24/11/2021).

Pasukan militer melancarkan penangkapan pada Senin (22/11/2021) dalam penggerebekan ke sebuah gereja di Loikaw di Kayah, negara bagian di kawasan timur.

Advertisement

Di gereja itu, pasukan mendapati 48 pasien sedang dirawat. Tujuh di antaranya menderita Covid-19.

"Diketahui, orang-orang yang luka dan para pasien dari organisasi-organisasi teroris diberi perawatan medis secara tidak resmi," kata Global Light of Myanmar, surat kabar yang merupakan corong junta.

Laporan itu tidak menyebutkan nama-nama organisasi teroris yang dimaksud.

Global Light of Myanmar melaporkan, bahwa ke-18 petugas medis yang ditahan akan diadili sesuai undang-undang yang berlaku.

Sistem layanan kesehatan Myanmar nyaris ambruk setelah militer pada 1 Februari menggulingkan pemerintahan terpilih.

Banyak petugas medis ikut serta dalam gerakan pembangkangan oleh masyarakat sipil. Sebagai protes terhadap kepemimpinan junta, mereka menolak bekerja di rumah-rumah sakit yang dikelola pemerintah.

Banyak fasilitas dan petugas layanan kesehatan menjadi target penindakan oleh pasukan keamanan, menurut sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia.

Beberapa di antara empat dokter, empat perawat, dan empat asisten perawat yang ditangkap di gereja itu sebelumnya didakwa menghasut orang-orang untuk tidak menjalankan tugas, menurut laporan tersebut.

Sejak kudeta terjadi, sudah hampir sebanyak 1.300 warga sipil yang terbunuh dan lebih dari 10.000 lainnya ditahan, menurut Assistance Association for Political Prisoners (AAPP), organisasi yang memantau berbagai kejadian pascakudeta di Myanmar.

Militer Myanmar telah membantah kebenaran data AAPP tersebut, yang telah dikutip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Juru bicara junta pekan lalu mengatakan 200 tentara terbunuh selama konflik tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


DUNIA | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#2
87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

#3
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Polisi Tetapkan Sopir Truk Tersangka

#4
Seluruh Pulau Berguncang, Letusan Gunung Tonga seperti Bom Atom

#5
Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

#6
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 21 Wilayah

#7
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Banyak Pihak yang Dinilai Bertanggung Jawab

#8
Piala Asia Wanita: Indonesia Dibantai Australia 0-18

#9
Menkes: Waspada Penularan Omicron

#10
Polri: Peralihan Pelat Nomor Kendaraan Hitam ke Putih Tahun 2022

TERKINI


GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022