Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

25 Orang Pengebom Gereja di Sri Lanka Hadapi 23.000 Dakwaan

Kamis, 25 November 2021 | 14:20 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Personel keamanan memeriksa bagian dalam Gereja St Sebastian di Negombo setelah gereja tersebut terkena serangkaian ledakan bom yang menargetkan gereja-gereja di Sri Lanka.

Sri Jayawardenapura Kotte, Beritasatu.com- Lebih dari 23.000 dakwaan diajukan kepada 25 orang yang terkait pemboman Paskah 2019 di Sri Lanka. Pengadilan terhadap 25 pria telah dimulai. Seperti dilaporkan BBC, Rabu (24/11/2021), pengeboman yang menargetkan tiga hotel dan tiga gereja. menewaskan 267 orang dan melukai sekitar 500 orang.

Lebih dari 23.000 dakwaan telah diajukan terhadap para tersangka, dan 1.215 saksi telah dipanggil untuk bersaksi.

Advertisement

Namun, pengacara tersangka telah mempertanyakan masuk akal untuk memiliki sejumlah dakwaan dan saksi, menyebut persidangan sebagai "latihan yang sia-sia."

Beberapa tuduhan yang didakwakan kepada para tersangka termasuk berkonspirasi untuk membunuh, membantu dan bersekongkol dalam serangan, dan mengumpulkan senjata dan amunisi.

Kedelapan pelaku bom bunuh diri yang melakukan serangan Minggu Paskah tewas dalam ledakan tersebut.

Namun, rekan dan kerabat mereka dituduh terlibat dalam perencanaan dan dalang serangan teroris, yang merupakan salah satu yang paling berdarah dalam sejarah Sri Lanka yang bergejolak.

Para terdakwa termasuk ayah dari dua pelaku bom bunuh diri, dan warga negara Sri Lanka lainnya yang diduga berafiliasi dengan kelompok negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Pengacara yang terlibat dalam kasus ini memperingatkan bahwa banyaknya dakwaan dan daftar saksi yang mengejutkan dapat berarti bahwa persidangan dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Pengacara pembela Noordeen Shaheed, yang mewakili enam terdakwa, mengatakan jumlah dakwaan adalah "upaya yang sia-sia karena tidak akan membawa hasil apa pun."

"Sejumlah 23.000 dakwaan telah diajukan terhadap 25 tersangka. Ini sangat tidak biasa dan mungkin bersejarah sejauh menyangkut sejarah Sri Lanka," katanya kepada Reuters TV.

Persidangan juga telah dinodai oleh kritik publik dari keluarga korban dan dari komunitas minoritas Kristen, yang menuduh pemerintah menyeret kaki mereka dalam mengambil tindakan terhadap orang-orang yang diduga bertanggung jawab atas pengeboman.

Rentetan serangan yang dilakukan pada Minggu Paskah 21 April 2019, menargetkan tiga gereja dan tiga hotel bintang lima, menewaskan total 267 orang, termasuk sedikitnya 45 warga negara asing. Serangan itu juga melukai sekitar 500 orang, kebanyakan dari komunitas Kristen minoritas Sri Lanka.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


DUNIA | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia

#2
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

#3
Sang Putri Meninggal, Nurul Arifin: Malaikatku, Engkau Pergi Begitu Cepat

#4
Mayoritas Korban Tewas Terjebak di Karaoke yang Dibakar Massa di Sorong

#5
Pertikaian 2 Kelompok Warga di Sorong, Belasan Meninggal Dunia

#6
Nurul Arifin Ungkap Kronologi Meninggalnya Maura

#7
Polisi Ungkap Peran 5 Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas

#8
Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp 14.350

#9
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Dimakamkan di San Diego Hills

#10
Kakek 89 Tewas Dihakimi Massa Ternyata Sempat Pamit

TERKINI


MEGAPOLITAN | 26 Januari 2022

OLAHRAGA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

DIGITAL | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022