Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Indonesia-Inggris Perbarui MoU Kerja Sama Pertahanan

Sabtu, 27 November 2021 | 05:31 WIB
Oleh : LES
Desra Percaya.

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia dan Inggris sepakat untuk memperbarui nota kesepahaman (MoU) kerja sama pertahanan, yang telah ditandatangani sejak 2012, guna melanjutkan kerja sama sektor pertahanan dan militer kedua negara.

Kesepakatan itu dicapai dalam Dialog Kerja sama Pertahanan Bersama (Joint Defence Cooperation Dialogue/JDCD) ke-3 Indonesia-Inggris yang berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan Inggris, menurut keterangan KBRI London yang diterima di Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

Advertisement

"Jalinan hubungan pertahanan Indonesia dan Inggris memiliki nilai strategis, utamanya untuk memperkuat kapasitas SDM (sumber daya manusia) pertahanan maupun kemajuan industri pertahanan Indonesia,” kata Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya kepada Delegasi RI.

Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayjen TNI Rodon Pedrason, bertindak selaku pimpinan delegasi RI yang terdiri dari perwakilan dari Kemenhan, Kemenlu, dan TNI.

Sementara itu, delegasi Inggris dipimpin oleh Air Vice Marshall Alastair Smith, Assistant Chief of Defence Staff on Military Strategy and Global Engagement.

JDCD merupakan dialog bilateral di bidang pertahanan yang dijalin oleh kedua negara sejak Juni 2019, yakni bertepatan dengan perayaan 70 tahun hubungan bilateral RI-Inggris.

Secara bergantian kedua negara berperan sebagai tuan rumah. Pada 2021, Inggris mendapat giliran untuk menjadi tuan rumah JDCD.

Sejumlah bidang kerja sama pertahanan yang dibahas dalam dialog tahunan itu mencakup kerja sama terkait perkembangan situasi politik dan keamanan, keamanan di wilayah Indo-Pasifik, serta pengembangan kapasitas dan industri pertahanan.

Selain itu, JDCD ke-3 itu juga mengevaluasi implementasi hasil kesepakatan JDCD ke-2 dan program-program konkret ke depan yang disepakati kedua negara.

Kerja sama pertahanan Indonesia dan Inggris yang telah dilaksanakan terbilang komprehensif, termasuk di bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana dalam gempa di Palu pada 2018 lalu, dan juga di bidang pendidikan, baik militer maupun universitas, serta kerja sama transfer teknologi pada industri pertahanan.

Inggris telah menyatakan ketertarikan untuk memperkuat kehadirannya di berbagai penjuru dunia pascaberpisahnya negara itu dari Uni Eropa (Brexit). Ketertarikan Inggris itu pun dituangkan dalam visi "Global Britain".

Secara spesifik, Inggris menyebut wilayah Indo-Pasifik sebagai salah satu area strategis untuk pengembangan kerja sama.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Diteriaki Maling karena Ngebut, Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa

#2
Satupena Bertransformasi Menjadi Alinea

#3
Arteria Dahlan Pakai Mobil Pelat Nomor Dinas Polisi, Ini Tanggapan Psikolog

#4
Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

#5
Asyik Berfoto di Tol Andara, Rombongan Pengendara Mobil Mewah Ditegur Polisi

#6
Ada Gubernur hingga Komisaris, Ini Profil Calon Kepala Otorita IKN Nusantara

#7
Truk Tabrak Truk di Depan Balai Kartini Jakarta Selatan, 1 Tewas

#8
Kasus Covid-19 Naik, Status PPKM Jakarta, Jabar, Banten Dievaluasi

#9
Satu dari 2 Pasien Omicron yang Meninggal Memiliki Riwayat ke Belanda

#10
Arsenal vs Burnley: Misi Meriam London Kembali ke Trek Kemenangan

TERKINI


BOLA | 24 Januari 2022

OLAHRAGA | 24 Januari 2022

BOLA | 24 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

BOLA | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2022