Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Varian Omicron, Afsel Keberatan dengan Larangan Perjalanan

Sabtu, 27 November 2021 | 12:15 WIB
Oleh : LES
Seorang petugas kesehatan bersiap untuk memberikan vaksin Covid-19 di Kereta Vaksinasi Transvaco di London Timur, Afrika Selatan, pada Jumat 8 Oktober 2021.

Johannesburg, Beritasatu.com - Afrika Selatan (Afsel) pada Jumat (26/11) mengatakan, penerapan larangan perjalanan karena temuan varian Covid-19 baru-baru ini tidak dapat dibenarkan.

Sebelumnya Inggris melarang penerbangan dari sejumlah negara di Benua Afrika bagian selatan dan langkah mereka diikuti oleh negara-negara lain.

Advertisement

Menteri Kesehatan Joe Phaahla pada konferensi pers mengatakan bahwa Afrika Selatan bertindak secara terbuka dan larangan perjalanan menerobos norma dan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengelar rapat darurat soal varian tersebut.

Para ilmuwan sejauh ini baru menemukan sedikit temuan varian B11529 atau yang disebut Omicron, terutama di Afsel kemudian di Botswana, Hong Kong dan Israel. Namun, mereka khawatir dengan banyaknya mutasi yang dapat membantu virus menghindari respons imun tubuh dan membuatnya lebih menular.

Menurut kementerian luar negeri, Afrika Selatan akan berbicara dengan Inggris untuk membujuk mereka agar mempertimbangkan larangan tersebut. Presiden Cyril Ramaphosa juga akan mengelar rapat dewan penasihat pada Minggu untuk memperhitungkan bukti tentang varian tersebut.

"Kerugian yang akan dialami oleh industri pariwisata dan bisnis dari kedua negara segera menjadi kekhawatiran kami," kata Menteri Luar Negeri Afsel Naledi Pandor lewat pernyataan.

Sementara itu, salah satu ahli epidemiologi terkemuka Afsel, Salim Abdool Karim, mengatakan bahwa varian baru itu "penting dihadapi secara global", merujuk pada varian Delta yang telah menyebar ke 53 negara dalam waktu tiga pekan setelah ditemukan.

"Jadi, penutupan perbatasan tidak terlalu membantu... Kami mesti menemukan solusi untuk varian ini bersama-sama. Dan bagian dari solusi itu adalah tidak bertindak berlebihan," katanya kepada Reuters saat wawancara.

Ia juga menyebutkan bahwa larangan perjalanan oleh Inggris sebagai "reaksi panik" dapat dipahami.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Hindari Ancaman Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi

#2
Kabar Baik! Jokowi Setujui Perpanjangan PPnBM Mobil

#3
Akibat Letusan Gunung di Tonga, Pantai Jepang Dihantam Tsunami

#4
Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

#5
Setelah Omicron, Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan

#6
Mengenal NFT dan Cara Menjualnya di Opensea

#7
Kapolda Buka Balap Jalanan di Ancol

#8
Lansia Dapat Disuntik Vaksin Booster Tanpa Tiket Undangan dari PeduliLindungi

#9
KPU Usulkan Pemilu 21 Februari 2024

#10
Kepala Jordan Terkena Lemparan Suporter, Real Betis vs Sevilla Dihentikan

TERKINI


KESEHATAN | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

EKONOMI | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022