Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Varian Omicron, AS Larang Turis dari 8 Negara Afrika

Sabtu, 27 November 2021 | 12:23 WIB
Oleh : LES
Presiden AS Joe Biden.

Washington, Beritasatu.com - Amerika Serikat (AS) akan melarang masuknya pelancong dari delapan negara di Benua Afrika bagian selatan mulai pekan depan karena kekhawatiran tentang varian baru Covid-19 yang ditemukan di negara Afrika Selatan (Afsel), kata Presiden Joe Biden, Jumat (26/11/2021).

Pembatasan yang mulai berlaku Senin (29/11/2021), tidak berlaku untuk warga AS dan penduduk tetap yang sah, ujar seorang pejabat pemerintahan Joe Biden.

Advertisement

Amerika Serikat termasuk di antara negara-negara di seluruh dunia yang segera menangguhkan perjalanan dari Afrika selatan karena berita tentang varian baru, bernama Omicron.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Omicron "memprihatinkan."

Pembatasan berlaku untuk Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambik, dan Malawi. Sebagian besar warga negara non-AS yang telah berada di negara-negara tersebut dalam 14 hari sebelumnya tidak akan diizinkan masuk ke Amerika Serikat.

"Sebagai tindakan pencegahan sampai kami memiliki lebih banyak informasi, saya memerintahkan pembatasan perjalanan udara tambahan dari Afrika Selatan dan tujuh negara lainnya," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

"Pembatasan baru ini akan berlaku pada 29 November. Saat kami bergerak maju, kami akan terus dipandu dengan saran dari sains dan tim medis saya."

Pejabat administrasi lain memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat menambahkan beberapa negara ke daftar pembatasan jika variannya menyebar.

Delta Air Lines dan United Airlines keduanya terbang ke Afrika Selatan dan United akan melanjutkan penerbangan nonstop dari Newark ke Cape Town pada 1 Desember. Saham kedua maskapai ditutup anjlok lebih dari 8 persen pada Jumat.

Dalam pertemuan di Organisasi Perdagangan Dunia pada Jumat, Biden meminta kepada negara-negara yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengecualikan perlindungan kekayaan intelektual untuk vaksin Covid-19 setelah ditemukannya varian baru.

"Berita tentang varian baru ini membuat lebih jelas dari sebelumnya mengapa pandemi ini tidak akan berakhir sampai kita memiliki vaksinasi global," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Beberapa pakar kesehatan masyarakat mengatakan Amerika Serikat belum cukup menyediakan vaksin di luar negeri, karena mempercepat suntikan vaksin dosis ketiga untuk warga AS.

Sebelumnya, pejabat senior AS untuk penyakit menular Dr. Anthony Fauci mengatakan Amerika Serikat bergegas mengumpulkan data tentang varian Covid-19 yang baru.

Butuh waktu berpekan-pekan bagi para ilmuwan untuk sepenuhnya memahami mutasi varian. Otoritas kesehatan berusaha untuk menentukan apakah omicron lebih menular daripada varian lain dan apakah vaksin efektif untuk melawannya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Disebut Edy Mulyadi Macan Mengeong, Ini Jawaban Prabowo Subianto

#2
NIK Resmi Jadi Nomor Identitas Peserta JKN-KIS

#3
Bentrok di Maluku Tengah, 1 Polisi Alami Luka Tembak di Pipi

#4
Masyarakat Wajib Pahami 8 Karakteristik Omicron

#5
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 26 Januari 2022

#6
Update Covid-19: Kasus Harian Tembus Angka 7.000

#7
Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun Ternyata Ada yang Saling Kenal

#8
10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

#9
DPP PDIP Tak Pecat Arteria Dahlan, Ini Alasannya

#10
Sevilla Resmi Dapatkan Anthony Martial dari MU

TERKINI


KESEHATAN | 27 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022