Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kelas Dipisah, Taliban Izinkan Wanita Afghanistan Kuliah

Minggu, 28 November 2021 | 11:08 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Mahasiswa belajar di kelas yang dipasangi partisi di Universitas Avicenna di Kabul, Afghanistan, Senin 6 September 2021.

Kabul, Beritasatu.com – Kaum wanita Afghanistan akan diizinkan untuk belajar di universitas. Tetapi akan ada larangan untuk kelas campuran dengan pria, kata pejabat menteri pendidikan tinggi Taliban pada hari Minggu (28/11/2021).

Kelompok Islam garis keras, yang merebut kekuasaan Afghanistan pada pertengahan Agustus setelah menggulingkan pemerintah yang didukung Barat itu, sebelumnya telah berkomitmen untuk memerintah secara berbeda dibandingkan di era 1990-an saat mereka melarang anak perempuan mengenyam pendidikan.

Advertisement

"Orang-orang Afghanistan akan melanjutkan pendidikan tinggi mereka berdasarkan hukum Syariah dengan aman tanpa berada dalam lingkungan campuran pria dan wanita," Abdul Baqi Haqqani, pejabat menteri pendidikan tinggi Taliban mengatakan pada pertemuan dengan para tetua, dikenal sebagai loya jirga.

Dia mengatakan, Taliban ingin menciptakan kurikulum yang masuk akal dan Islami yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, nasional dan sejarah kita dan, di sisi lain, mampu bersaing dengan negara lain.

Anak perempuan dan laki-laki juga akan dipisahkan di sekolah dasar dan menengah, yang sudah umum di seluruh Afghanistan yang sangat konservatif.

Taliban telah berjanji untuk menghormati kemajuan yang dicapai dalam hak-hak perempuan, tetapi hanya menurut interpretasi ketat mereka terhadap hukum Islam.

Apakah wanita dapat bekerja, mendapatkan pendidikan di semua tingkatan dan dapat bergaul dengan pria, adalah beberapa pertanyaan yang paling mendesak.

Tetapi perubahan sikap Taliban dipandang skeptis, dengan banyak yang mempertanyakan apakah kelompok itu akan tetap pada janjinya.

Tidak ada wanita yang hadir pada pertemuan di Kabul pada hari Minggu, yang termasuk pejabat senior Taliban lainnya.

"Kementerian pendidikan tinggi Taliban hanya berkonsultasi dengan guru dan siswa laki-laki untuk melanjutkan fungsi universitas," kata seorang dosen, yang bekerja di universitas kota selama pemerintahan terakhir.

Dia mengatakan itu menunjukkan "pencegahan sistematis partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan" dan "kesenjangan antara komitmen dan tindakan Taliban".

Tingkat penerimaan universitas telah meningkat selama 20 tahun terakhir, terutama di kalangan wanita yang telah belajar berdampingan dengan pria dan menghadiri seminar dengan profesor pria.

Tetapi serentetan serangan terhadap pusat-pusat pendidikan dalam beberapa bulan terakhir, yang menewaskan puluhan orang, telah menyebabkan kepanikan.

Taliban membantah berada di balik serangan itu, beberapa di antaranya diklaim oleh cabang lokal kelompok ISIS.

Selama pemerintahan brutal mereka sebelumnya, Taliban mengecualikan perempuan dari kehidupan publik, hiburan dilarang dan hukuman brutal dijatuhkan, seperti rajam sampai mati karena perzinahan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Nama Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK

#2
Berdayakan Masyarakat, SiCepat Raih Apresiasi dari Baznas

#3
OTT KPK di Surabaya Terkait Suap Penanganan Perkara

#4
Soal Bahasa Sunda, PDIP Akhirnya Beri Sanksi kepada Arteria Dahlan

#5
OTT Hakim PN Surabaya, KPK Juga Sita Sejumlah Uang

#6
Parkir di Malioboro Rp 350.000, Wakil Wali Kota: Pelaku Diproses Hukum

#7
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK Pernah Vonis Bebas Koruptor APBD

#8
Omicron Meningkat, Agenda G-20 Financial Track Dipindah ke Jakarta

#9
Bupati Langkat Sempat Kabur Saat OTT KPK

#10
DPN Peradi Resmi Miliki Gedung Baru

TERKINI


KESEHATAN | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

EKONOMI | 20 Januari 2022

DIGITAL | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022