Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pidato Pertama, Pemimpin Taliban Minta Bantuan Internasional

Senin, 29 November 2021 | 12:37 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Mullah Mohammad Hassan Akhund.

Kabul, Beritasatu.com- Pemimpin Taliban, Mullah Mohammad Hassan Akhund meminta bantuan internasional untul Afghanistan. Seperti dilaporkan RT, Minggu (28/11/2021), Akhund menyampaikan pidato televisi pertamanya sejak kelompok itu mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus.

Hassan Akhund bersumpah untuk tidak ikut campur politik di negara lain, dan meminta bantuan internasional.

Advertisement

“Kami meyakinkan semua negara bahwa kami tidak akan ikut campur dalam urusan internal mereka dan kami ingin memiliki hubungan ekonomi yang baik dengan mereka,” janji Hassan Akhund yang sekarang menjabat perdana menteri pemerintahnya pada Sabtu (2711).

Selama pidato selama 30 menit, Hassan bersikeras bahwa Taliban telah berusaha semaksimal mungkin untuk memecahkan masalah rakyat. Dia menuduh masalah itu dipicu pemerintah sebelumnya yang didukung Amerika Serikat (AS), dan menyebutnya sebagai pemerintah “yang terlemah di dunia. ”

Menurut perkiraan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Afghanistan menghadapi prospek bencana kemanusiaan, dengan setengah dari 38 juta penduduknya berada di ambang kelaparan. Inflasi telah di luar kendali dan harga pangan melonjak.

Ekonomi Afghanistan semakin dilumpuhkan oleh sanksi dan penarikan bantuan asing setelah perebutan kekuasaan oleh Taliban ketika pasukan AS ditarik keluar dari negara itu. Bantuan luar negeri ini sebelumnya menyumbang hingga 75% dari anggaran Afghanistan di bawah pemerintahan sebelumnya.

“Kami meminta semua organisasi amal internasional untuk tidak menahan bantuan mereka dan membantu negara kami yang kelelahan,” kata pemimpin Taliban itu.

Hassan Akhund juga mengulangi seruan kepada Washington untuk membuka dana pemerintah US$10 miliar (Rp 142,6 triliun) yang dibekukan sebagai tanggapan atas perubahan rezim di negara itu.

Pidato Hassan datang menjelang pembicaraan minggu depan antara Taliban dan AS di ibu kota Qatar, Doha. Kelompok itu sebelumnya menyatakan pihaknya berencana untuk mendorong pemerintahan Biden mengakui pemerintahnya dan mencari bantuan Amerika dalam membangun kembali Afghanistan selama negosiasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Nama Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK

#2
Berdayakan Masyarakat, SiCepat Raih Apresiasi dari Baznas

#3
OTT KPK di Surabaya Terkait Suap Penanganan Perkara

#4
Soal Bahasa Sunda, PDIP Akhirnya Beri Sanksi kepada Arteria Dahlan

#5
OTT Hakim PN Surabaya, KPK Juga Sita Sejumlah Uang

#6
Parkir di Malioboro Rp 350.000, Wakil Wali Kota: Pelaku Diproses Hukum

#7
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK Pernah Vonis Bebas Koruptor APBD

#8
Omicron Meningkat, Agenda G-20 Financial Track Dipindah ke Jakarta

#9
Bupati Langkat Sempat Kabur Saat OTT KPK

#10
DPN Peradi Resmi Miliki Gedung Baru

TERKINI


NASIONAL | 20 Januari 2022

OLAHRAGA | 20 Januari 2022

OLAHRAGA | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

EKONOMI | 20 Januari 2022

DIGITAL | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2022