Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dokter Penemu Omicron: Gejalanya Ringan Saja

Senin, 29 November 2021 | 18:53 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA
Para penumpang mendapatkan tes PCR Covid-19 sebelum melakukan perjalanan dengan penerbangan internasional, di O.R. Bandara Internasional Tambo di Johannesburg, Afrika Selatan.

Beritasatu.com – Dokter asal Afrika Selatan yang pertama kali menemukan dan memperingatkan dunia soal varian baru Covid-19, Omicron, mengatakan bahwa gejala yang ditimbulkan relatif lebih ringan dibandingkan dampak dari varian Delta.

Infeksi Omicron terdeteksi di sejumlah pasien pada 18 November lalu saat mereka mengeluhkan gejala yang tidak wajar, berbeda dengan gejala akibat varian-varian lain.

Advertisement

“Awalnya seorang pasien pria usia sekitar 33 tahun … dia mengatakan ke saya kalau merasa sangat lelah dalam beberapa hari terakhir, nyeri dan linu serta agak pusing,” kata dr Angelique Coetzee, ketua Asosiasi Dokter Afrika Selatan, dalam wawancara dengan BBC.

Pasien tidak mengalami radang tenggorokan, meskipun sedikit gatal, dan tidak kehilangan indera pencecap dan penciuman yang merupakan gejala umum varian-varian virus corona lainnya.

Coetzee melanjutkan bahwa pasien pria itu lalu dites dan positif Covid-19, demikian juga anggota keluarganya.

Pada hari yang sama, sejumlah pasien Covid lainnya terdeteksi merasakan gejala yang sama yang berbeda dengan dampak varian Delta, sehingga dokter tersebut menyebarkan peringatan melalui Komite Penasihat Vaksinasi Afrika Selatan, di mana dia juga menjadi anggota.

Para pasien lain yang terdeteksi mengidap varian Omicron juga mengalami hal yang sama -- gejala yang sangat ringan. Para koleganya pun mendapati pasien lain yang mengidap Omicron.

“Yang kami lihat secara klinis di Afrika Selatan -- ingat bahwa saya ada di episentrum di tempat saya berpraktik -- adalah sangat ringan, bagi kami kasus-kasus yang ada ringan saja. Tidak ada yang kami suruh opname, saya sudah bicara ke para kolega dan mereka juga memberi gambaran yang sama,” imbuhnya.

Delta Tetap Dominan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO ) mengatakan untuk memahami sifat varian ini mungkin butuh waktu beberapa pekan. Karena itu belum diketahui apakah Omicron tahan terhadap vaksin dan obat Covid-19 yang ada sekarang.

Observasi awal oleh Coetzee hanya didasarkan pada jumlah kasus yang kecil sementara para pakar mengkhawatirkan kemampuannya untuk bermutasi dalam skala besar.

Bukti-bukti awal menunjukkan varian ini bisa kembali menyerang orang yang sudah pernah mengidapnya.

Di Afrika Selatan, varian ini menyebar lebih cepat dibandingkan varian-varian lainnya.

Gejala-gejala Covid sudah banyak berubah sejak penyakit ini pertama kali terdeteksi di Tiongkok pada akhir 2019. Varian Alpha dan Delta yang pertama kali ditemukan di Inggris dan India menyebabkan sakit kepala dan radang tenggorokan yang lebih parah, juga pilek dan demam.

Daftar gejala Covid antara lain demam, batuk, lelah, napas pendek, susah bernapas, nyeri sendi, pusing, kehilangan indera perasa dan penciuman, radang tenggorokan, pilek, mual, dan diare.

Juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Afrika Selatan karena memberi peringatan dini soal Omicron, yang sekarang terdeteksi di Inggris, Prancis, Israel, Belgia, Belanda, Jerman, Italia, Australia, Kanada, dan Hong Kong.

Harris menambahkan WHO tidak ingin ada pembatasan perjalanan karena varian ini, tetapi dapat memahami jika ada banyak negara yang mengambil sikap waspada.

Menurut WHO, varian yang paling dominan di dunia sekarang masih Delta.

“Lebih dari 99% kasus di seluruh dunia diakibatkan oleh varian Delta, dan kebanyakan korban jiwa terjadi di kalangan orang yang belum divaksin,” kata Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO.

“Jadi menurut saya [Delta] masih menjadi prioritas kami sembari menunggu informasi lebih lanjut soal varian baru ini,” imbuhnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BBC, CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Polda Jabar Tangkap Ketua Umum GMBI

#2
Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

#3
Jelang Penutupan, Ini Daftar Transfer Pemain Liga Inggris

#4
Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

#5
Pengemis Elite di Sampit, Punya Mobil dan Motor Baru

#6
Kawal MotoGP 2022, TNI AL Turunkan Lima Kapal Perang

#7
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Standar WHO, Ini Cara Mengaksesnya

#8
PP PBSI Panggil 88 Atlet Masuk Pelatnas Cipayung

#9
Satgas Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Naik Signifikan di 3 Provinsi

#10
Sehari Ditemukan 400 Kasus Baru Positif Covid-19 di Depok

TERKINI


DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022