Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Presiden Korsel Desak Pemberian Vaksin Penguat

Selasa, 30 November 2021 | 18:48 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Moon Jae-in

Seoul, Beritasatu.com- Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Senin (29/11/2021), mendesak pemberian suntikan vaksin penguat yang cepat terhadap Covid-19. Seperti dilaporkan Xinhua, seruan itu dilontarkan Moon ketika aturan anti-virus yang dilonggarkan justru meningkatkan jumlah kasus parah dan kematian.

Moon memimpin pertemuan tanggapan Covid-19, mengatakan situasi pandemi negara itu berubah menjadi serius di tengah jumlah infeksi baru yang lebih tinggi, kasus infeksi dan kematian yang parah, serta lebih sedikit tempat tidur rumah sakit untuk pasien yang parah.

Advertisement

Pemerintah meluncurkan aturan "Hidup dengan Covid-19" pada November untuk mengurangi tindakan anti-virus setelah tingkat vaksinasi penuh negara itu mencapai 70%.

Dengan pedoman jarak sosial yang dilonggarkan, kasus yang dikonfirmasi melonjak selama sebulan terakhir. Dalam penghitungan terbaru, Korea Selatan melaporkan 3.309 lebih banyak kasus Covid-19 selama 24 jam terakhir, sehingga jumlah total infeksi menjadi 444.200.

Jumlah orang yang terinfeksi yang berada dalam kondisi serius melampaui 600, sementara 32 kasus kematian lainnya dikonfirmasi, sehingga jumlah kematian mencapai 3.580 kasus.

Moon mengatakan penting untuk menginokulasi orang yang tidak divaksinasi. Dia menekankan bahwa mendapatkan dosis ketiga vaksin Covid-19 akan sama pentingnya dengan menginokulasi yang tidak divaksinasi.

“Dosis ketiga bukan suntikan tambahan tapi suntikan dasar. Cara berpikir perlu diubah bahwa vaksinasi baru bisa selesai setelah menerima dosis ketiga,” kata Moon.

Moon meminta orang tua untuk membiarkan anak-anak berusia antara 12 dan 17 tahun divaksinasi Covid-19. Dia menginstruksikan para pejabat untuk dengan cepat meninjau kemungkinan inokulasi anak di bawah umur antara lima dan 11 tahun.

Lebih dari 90% orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih telah divaksinasi penuh. Namun persentase anak-anak berusia antara 12 dan 17 tahun, yang disuntik, tetap rendah karena orang tua menahan diri darinya karena khawatir tentang kemungkinan efek samping.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Nama Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK

#2
OTT KPK di Surabaya Terkait Suap Penanganan Perkara

#3
Berdayakan Masyarakat, SiCepat Raih Apresiasi dari Baznas

#4
Soal Bahasa Sunda, PDIP Akhirnya Beri Sanksi kepada Arteria Dahlan

#5
OTT Hakim PN Surabaya, KPK Juga Sita Sejumlah Uang

#6
Parkir di Malioboro Rp 350.000, Wakil Wali Kota: Pelaku Diproses Hukum

#7
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK Pernah Vonis Bebas Koruptor APBD

#8
Puluhan Kilogram Sampah Kulit Kabel Ditemukan di Gorong-gorong Jakarta Pusat

#9
Omicron Meningkat, Agenda G-20 Financial Track Dipindah ke Jakarta

#10
DPN Peradi Resmi Miliki Gedung Baru

TERKINI


NASIONAL | 20 Januari 2022

OLAHRAGA | 20 Januari 2022

OLAHRAGA | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

EKONOMI | 20 Januari 2022

DIGITAL | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2022