Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Hadapi Omicron, Filipina Luncurkan Program Vaksinasi Massal

Selasa, 30 November 2021 | 22:12 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Polisi berjaga-jaga di pos pemeriksaan saat karantina wilayah diberlakukan di Filipina untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Manila, Beritasatu.com- Filipina meluncurkan upaya ambisius untuk memvaksinasi sembilan juta orang terhadap Covid-19 dalam tiga hari, pada Senin (29/11/2021). Seperti dilaporkan Reuters, Filipina mengerahkan pasukan keamanan dan ribuan sukarelawan dalam satu program yang dibuat mendesak oleh ancaman varian Omicron.

Meskipun target sebelumnya 15 juta vaksin Covid-19 dikurangi, sembilan juta masih akan menjadi jumlah yang signifikan di negara kepulauan tempat logistik dan keraguan vaksin menjadi kendala.

Advertisement

“Ini adalah satu-satunya dorongan terbesar kami untuk mempercepat vaksinasi,” kata Presiden Filipina Rodrigo Duterte di pusat vaksinasi di timur ibu kota Manila.

Di beberapa dari 8.000 lokasi vaksin, tempat 160.000 sukarelawan bekerja, polisi membantu ratusan orang dalam antrean. Sementara orang tua membawa anak-anak untuk divaksin.

"Ini penting untuk menghindari Covid-19 dan bagi kami ketika kami melakukan kelas tatap muka di masa depan," kata Sean Gerald Valdez, 12, setelah divaksin.

Tiga juta vaksinasi harian akan hampir empat kali lipat rata-rata nasional 829.000 selama November.

Carlito Galvez, kepala vaksinasi negara itu, mengatakan bahwa varian baru Omicron telah membuat kampanye ini menjadi lebih penting.

“Lebih baik bersiap untuk efek Omicron,” katanya kepada CNN Filipina.

Omicron, yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) digambarkan sebagai "variant of concern", belum terdeteksi di Filipina. Penyebaran Omicron telah memicu pembatasan perjalanan global dan mengguncang pasar keuangan.

Filipina telah menghadapi salah satu wabah Covid-19 terburuk di Asia dan peluncuran vaksinnya lebih lambat daripada banyak negara tetangga, dengan lebih dari sepertiga dari 110 juta penduduknya diinokulasi.

Rata-rata infeksi harian baru telah turun tajam menjadi 1.644 pada November dari 18.579 pada September, membuka jalan bagi pembukaan kembali ekonomi yang lebih luas.

Namun, tingkat vaksinasi Covid-19 tidak merata, dengan 93% penduduk yang memenuhi syarat di wilayah ibu kota divaksini dibandingkan dengan 11% di bagian termiskin di selatan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Nama Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK

#2
OTT KPK di Surabaya Terkait Suap Penanganan Perkara

#3
Berdayakan Masyarakat, SiCepat Raih Apresiasi dari Baznas

#4
Soal Bahasa Sunda, PDIP Akhirnya Beri Sanksi kepada Arteria Dahlan

#5
OTT Hakim PN Surabaya, KPK Juga Sita Sejumlah Uang

#6
Parkir di Malioboro Rp 350.000, Wakil Wali Kota: Pelaku Diproses Hukum

#7
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap KPK Pernah Vonis Bebas Koruptor APBD

#8
Puluhan Kilogram Sampah Kulit Kabel Ditemukan di Gorong-gorong Jakarta Pusat

#9
Omicron Meningkat, Agenda G-20 Financial Track Dipindah ke Jakarta

#10
DPN Peradi Resmi Miliki Gedung Baru

TERKINI


NASIONAL | 20 Januari 2022

OLAHRAGA | 20 Januari 2022

OLAHRAGA | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

DUNIA | 20 Januari 2022

EKONOMI | 20 Januari 2022

DIGITAL | 20 Januari 2022

KESEHATAN | 20 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2022