Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pakar AS: Terlalu Dini Sebut Omicron Picu Penyakit Parah

Rabu, 1 Desember 2021 | 17:08 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Anthony Fauci

Washington, Beritasatu.com- Pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci menilai terlalu dini sebut varian Omicron memicu penyakit parah. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (30/11/2021), informasi awal dari Afrika Selatan menunjukkan Omicron tidak mengakibatkan gejala yang tidak biasa.

Fauci mengatakan ada 226 kasus varian yang dikonfirmasi di 20 negara pada Selasa pagi tetapi Omicron belum terdeteksi di Amerika Serikat.

Advertisement

Kekhawatiran tentang varian tersebut telah mengguncang pasar keuangan dan memicu kekhawatiran tentang kekuatan pemulihan ekonomi global ketika dunia terus berjuang melawan pandemi virus corona.

“Sangat sulit untuk mengetahui apakah varian khusus ini akan menyebabkan penyakit parah atau tidak. Meskipun beberapa informasi awal dari Afrika Selatan menunjukkan tidak ada gejala yang tidak biasa, kami tidak tahu, dan terlalu dini untuk mengatakannya,” kata Fauci kepada wartawan dalam satu pengarahan.

Presiden Joe Biden dan pemerintahannya telah menekan orang Amerika untuk mengambil keuntungan dari vaksin Covid-19 dan vaksin penguat, tetapi keragu-raguan vaksin di segmen populasi AS telah menggagalkan upaya untuk menjinakkan penyebaran virus. Sekitar 69% orang Amerika berusia 12 tahun ke atas telah divaksinasi lengkap.

“Kami berharap, dan saya pikir dengan alasan yang bagus, untuk merasa senang bahwa akan ada beberapa tingkat perlindungan, terhadap varian dari vaksin. Jika Anda tidak divaksinasi, dapatkan vaksinasi. Dan jika Anda divaksinasi, dapatkan vaksin penguat,” kata Fauci.

Pada Senin (29/11), Biden mendesak orang Amerika untuk tidak panik tentang varian baru.

"Untuk mengalahkan pandemi, kita harus memvaksinasi dunia juga," kata presiden.

Ditanya pada Selasa (30/11), apakah Amerika Serikat melakukan cukup untuk memvaksinasi seluruh dunia, Fauci mencatat Amerika Serikat melakukan lebih dari negara lain.

Fauci mengatakan mengirim vaksin ke tangan orang-orang di negara-negara Afrika selatan dan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah lainnya terbukti sulit secara logistik dan banyak dosis yang dikirim tidak digunakan.

“Negara-negara Afrika lainnya, sebenarnya telah memberi tahu kami untuk tidak mengirimkan vaksin lagi karena mereka belum dapat menggunakannya secara memadai,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

DUNIA | 16 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Hindari Ancaman Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi

#2
Kabar Baik! Jokowi Setujui Perpanjangan PPnBM Mobil

#3
Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

#4
Akibat Letusan Gunung di Tonga, Pantai Jepang Dihantam Tsunami

#5
Setelah Omicron, Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan

#6
Mengenal NFT dan Cara Menjualnya di Opensea

#7
Kapolda Buka Balap Jalanan di Ancol

#8
Lansia Dapat Disuntik Vaksin Booster Tanpa Tiket Undangan dari PeduliLindungi

#9
KPU Usulkan Pemilu 21 Februari 2024

#10
Kepala Jordan Terkena Lemparan Suporter, Real Betis vs Sevilla Dihentikan

TERKINI


BOLA | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

EKONOMI | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022