Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

WHO: Lansia Tak Divaksinasi Covid Tunda Perjalanan 

Rabu, 1 Desember 2021 | 22:41 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Wisatawan tiba dari penerbangan internasional, termasuk dari Afrika Selatan, di Bandara Internasional Newark Liberty, Newark, New Jersey. Amerika Serikat pada Selasa 30 November 2021.

Jenewa, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang berusia 60 dan lebih tua yang tidak divaksinasi atau sebelumnya tidak memiliki Covid-19 untuk menunda perjalanan terkait Omicron. Seperti dilaporkan CBSNews, pernyataan WHO dilontarkan pada Selasa (30/11/2021), terkait risiko penyakit Covid-19 di daerah dengan transmisi komunitas.

Organisasi tersebut, yang menyebut Omicron sebagai varian kekhawatiran beberapa hari sebelumnya, mengeluarkan siaran pers yang mengkritik larangan perjalanan yang meluas dan berpendapat bahwa perjalanan penting harus dilanjutkan selama pelancong tetap waspada.

Advertisement

WHO menyebut Omicron sebagai varian mengkhawatirkan, dan 56 negara mengeluarkan pembatasan perjalanan pada hari-hari berikutnya. Amerika Serikat (AS) bahkan melarang perjalanan dari Afrika Selatan dan tujuh negara Afrika selatan lainnya mulai Senin (29/11).

WHO menyatakan "orang-orang yang belum sepenuhnya divaksinasi atau tidak memiliki bukti infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya berada pada peningkatan risiko mengembangkan penyakit parah dan sekarat, termasuk orang berusia 60 tahun atau lebih atau mereka yang memiliki penyakit penyerta (misalnya penyakit jantung, kanker, dan diabetes). Orang-orang seperti itu harus disarankan untuk menunda perjalanan ke daerah-daerah dengan penularan komunitas.

Menurut WHO, pelancong internasional yang penting harus diprioritaskan selama pandemic. Sementara pelancong lain harus tetap waspada terhadap tanda dan gejala Covid-19. Para pelancong tetap harus mematuhi langkah-langkah kesehatan dan sosial masyarakat. setiap saat dan terlepas dari status vaksinasi."

WHO merekomendasikan agar setiap negara menilai risikonya sendiri dan menerapkan langkah-langkah seperti menyaring penumpang untuk Covid-19 dan menegakkan karantina untuk pelancong internasional jika diperlukan.

"Semua tindakan harus sepadan dengan risiko, dibatasi waktu dan diterapkan sehubungan dengan martabat para pelancong, hak asasi manusia, dan kebebasan mendasar," kata organisasi itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

DUNIA | 23 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Kemenkes: 2 Pasien Kasus Omicron di Indonesia Meninggal

#2
Polda Metro Bantah Keluarkan Pelat Nomor Polri untuk Arteria Dahlan

#3
Kapolda Sumut: Kapolrestabes Medan Tak Terbukti Terima Suap

#4
Mobil Arteria Dahlan Pakai Pelat Nomor Dinas Polisi, Begini Tanggapan Kompolnas

#5
Mayjen Maruli Simanjuntak, Pangkostrad Termuda dan "Bapak Air"

#6
Ini Susunan Pemain Manchester United vs West Ham

#7
Update Covid-19: Kasus Positif Harian Tembus 3.000 Kasus

#8
CDC: Vaksin Penguat Pfizer dan Moderna Efektif 90 Persen Lawan Omicron

#9
Kasus Covid-19 Naik, Kabupaten Tangerang Siapkan Tempat Isolasi

#10
Sinergisitas Komunikasi Guru dan Orangtua Hindari Learning Loss

TERKINI


DUNIA | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

KESEHATAN | 23 Januari 2022

BOLA | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

GAYA HIDUP | 23 Januari 2022

DIGITAL | 23 Januari 2022