Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Massa Sengaja Berfoto di Depan Mayat yang Terbakar

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:09 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Para komuter melewati area yang ditutup oleh polisi di lokasi di mana seorang manajer pabrik Sri Lanka dipukuli dan dibakar hingga tewas oleh massa di luar sebuah pabrik di Sialkot pada 4 Desember 2021.

Sialkot, Beritasatu.com – Sebanyak 120 orang telah ditangkap di Pakistan setelah seorang manajer pabrik Sri Lanka dipukuli hingga tewas dan dibakar oleh massa yang menuduhnya melakukan penistaan agama. Massa bahkan sengaja mengambil foto mereka di depan mayat yang terbakar.

Beberapa klip video yang beredar di media sosial (medsos)menunjukkan massa memukuli korban yang rentan sambil meneriakkan slogan-slogan penistaan agama.

Advertisement

Klip lain menunjukkan tubuh pria yang terbakar, serta puing-puing yang terbalik dari apa yang dikatakan sebagai mobilnya.

Banyak di antara massa tidak berusaha menyembunyikan identitas mereka dan beberapa mengambil foto di depan mayat yang terbakar.

Malik Naseem Awan, seorang warga dan pengacara di Sialkot, mengatakan kepada AFP bahwa dia khawatir tentang dampaknya terhadap citra negara.

"Saya tidak bisa mengatakan betapa malunya saya. Akan berbeda jika seseorang melakukan ini secara individu tetapi orang banyak yang hadir di sana menontonnya diam-diam, dan tidak ada yang mencoba menyelamatkannya," katanya.

Hampir semua partai politik dan agama mengutuk insiden tersebut termasuk Panglima Angkatan Darat Pakistan.

Seorang pejabat senior Pakistan mengatakan kepada AFP bahwa Islamabad telah berhubungan dengan para diplomat Sri Lanka atas insiden itu "dan telah meyakinkan mereka bahwa semua yang terlibat dalam kejahatan keji itu akan dibawa ke pengadilan".

Kelompok hak asasi manusia mengatakan tuduhan penistaan agama seringkali dapat digunakan untuk menyelesaikan dendam pribadi, dengan sebagian besar minoritas menjadi sasaran.

Pada hari Minggu ribuan orang membakar sebuah kantor polisi di barat laut provinsi Khyber Pakhtunkhwa setelah menuntut petugas menyerahkan seorang pria yang dituduh membakar kitab suci Al Quran.

Pada bulan April 2017, massa yang marah menghukum mati mahasiswa Universitas Mashal Khan ketika dia dituduh memposting konten penghujatan secara online.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


DUNIA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Setelah Tujuh Presiden, Kedaulatan Angkasa Riau Kembali ke Pertiwi

#2
Indonesia vs Timor Leste, Shin Tae-yong: Jangan Lengah!

#3
Pendeta Jefry Tommy Tambayong Meninggal Dunia

#4
Xavi Tegaskan Dembele Tak Akan Dimainkan Jika Tetap di Barcelona

#5
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Tembus 8.000

#6
KPK Tetapkan Eks Dirjen Keuangan Daerah Tersangka Suap Dana PEN Kolaka Timur

#7
Eks Bupati Kepulauan Talaud Divonis 4 Tahun Penjara

#8
Perjanjian Ekstradisi Diteken, Puan: Sita Aset Buronan RI di Singapura!

#9
Waskita Beton Precast Terancam Pailit

#10
Subvarian BA.2 Satu Setengah Kali Lebih Menular dari Omicron

TERKINI


BOLA | 27 Januari 2022

DUNIA | 27 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

KESEHATAN | 27 Januari 2022

EKONOMI | 27 Januari 2022

KESEHATAN | 27 Januari 2022

NASIONAL | 27 Januari 2022

NASIONAL | 27 Januari 2022