Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Peru Desak Produsen Vaksin Covid-19 untuk Perpanjang Masa Kedaluwarsa

Minggu, 16 Januari 2022 | 13:06 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Seorang petugas kesehatan di Peru menerima dosis vaksin Covid-19, Sinopharm.

Lima, Beritasatu.com- Menteri Kesehatan Peru Hernando Cevallos telah meminta perusahaan vaksin Covid-19 untuk memperpanjang tanggal kedaluwarsa melewati tiga bulan saat ini. Seperti dilaporkan Reuters, Minggu (16/1/2022), permintaan Peru diajukan untuk mengurangi risiko kehilangan dosis.

Dalam wawancara telepon pada Sabtu (15/1), Cevallos mengatakan bahwa pemerintah telah meminta salah satu laboratorium yang memasok vaksin Covid-19 ke Peru untuk mengirimkannya dengan masa berlaku hingga enam bulan. Namun dia mengatakan laboratorium menolak, dan menyebut bahwa tanggal kedaluwarsa sudah ditentukan sebelumnya.

Menteri menolak untuk menentukan nama laboratorium, dengan alasan "kerahasiaan" dari perjanjian pembelian vaksin Covid-19.

Dengan salah satu tingkat kematian Covid-19 per kapita tertinggi di dunia, Peru telah menandatangani kontrak vaksin dengan Sinopharm Tiongkok, perusahaan AS Moderna Inc dan Pfizer Inc dan AstraZeneca Plc yang berbasis di Inggris.

“Situasi yang dihadapi negara-negara yang terkena dampak harus dipahami, terutama di Amerika Latin, karena kesulitan ekonomi yang kita alami,” kata Cevallos.

Peru menghadapi gelombang ketiga virus yang dipicu oleh varian Omicron. Negara ini telah memvaksinasi lebih dari 80 persen populasi targetnya dengan dua dosis melawan Covid-19 dan sedang dalam kampanye vaksinasi vaksin penguat.

Pemerintah Peru mengharapkan untuk mulai memvaksinasi anak-anak antara usia 5 dan 11 minggu depan.

“Tidak ada penalti jika ada keterlambatan kedatangan vaksin. Juga tidak ada fleksibilitas tanggal kedaluwarsa setelah mereka masuk ke negara itu. Anda tidak hanya harus mempertimbangkan tanggal produksinya, tetapi juga memperhitungkan tanggal saat tiba di negara itu. Beberapa paket vaksin belum tiba tepat waktu,” kata Cevallos.

Kasus Covid-19 telah mencapai hampir 2,5 juta di Peru, menyebabkan 203.302 kematian. Peru memiliki populasi sekitar 33 juta jiwa.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI