Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Korut Disebut Tembakkan Rudal Balistik dari Bandara Ibu Kota Pyongyang

Senin, 17 Januari 2022 | 15:38 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Rudal Hwasong-19 buatan Korea Utara diluncurkan

Seoul, Beritasatu.com - Korea Utara (Korut) dicurigai menembakkan dua rudal balistik jarak pendek pada Senin (17/1/2022) dari bandara di ibu kota Pyongyang. Pihak militer Korea Selatan (Korsel) melaporkan, uji coba keempat bulan ini untuk menunjukkan persenjataan misilnya yang berkembang.

Jepang juga melaporkan peluncuran tersebut, dengan kepala sekretaris kabinet Hirokazu Matsuno mengutuknya sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan.

Dalam waktu kurang dari dua minggu, Korea Utara (Korut) yang bersenjata nuklir telah melakukan tiga uji coba rudal lainnya, serangkaian peluncuran yang luar biasa cepat. Dua di antaranya melibatkan rudal hipersonik tunggal yang mampu berkecepatan tinggi dan bermanuver setelah diluncurkan, sementara uji coba pada hari Jumat melibatkan sepasang rudal balistik jarak pendek (SRBM) yang ditembakkan dari gerbong kereta.

Peluncuran Senin tampaknya melibatkan dua SRBM yang ditembakkan ke timur dari Sunan Airfield di Pyongyang, kata Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Korut menggunakan bandara tersebut untuk menguji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM) Hwasong-12 pada tahun 2017, dengan kehadiran pemimpin Kim Jong-un.

Rudal yang ditembakkan pada hari Senin menempuh jarak sekitar 380 km ke ketinggian maksimum 42 km, kata JCS dalam sebuah pernyataan.

Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengatakan rudal itu tampaknya telah mendarat di laut dekat pantai timur Korea Utara.

“Sudah jelas bahwa tujuan dari peluncuran rudal Korea Utara yang sering adalah untuk meningkatkan teknologi rudal mereka,” katanya kepada wartawan.

"Peluncuran berulang rudal balistik Korea Utara merupakan masalah besar bagi masyarakat internasional, termasuk Jepang," tambah Kishi, seraya mencatat bahwa peluncuran tersebut merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Korea Utara dari semua pengembangan rudal balistik.

Komando Indo-Pasifik militer AS mengatakan pihaknya menilai bahwa peluncuran itu tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat atau sekutunya, tetapi "peluncuran rudal ini menyoroti dampak destabilisasi dari program senjata terlarang (Korea Utara)".

Korut belum menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) jarak jauh atau senjata nuklirnya sejak 2017, tetapi setelah pembicaraan denuklirisasi terhenti pada 2019, Korut mulai meluncurkan dan menguji berbagai desain SRBM baru.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNA/Reuters


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI