Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Program Covax Kekurangan Dana Rp 74,6 Triliun

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:07 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Pekerja memuat kotak vaksin Oxford/Astrazeneca Covid-19, bagian dari program Covax, ke dalam truk setelah mereka tiba dengan pesawat di Bandara Internasional Ivato di Antananarivo, Madagaskar, pada 8 Mei 2021.

Jenewa, Beritasatu.com- Program vaksin global Covax kekurangan dana dan mencari dukungan uang senilai US$5,2 miliar (Rp 74,6 triliun) untuk dapat terus membeli dosis vaksin Covid dalam beberapa bulan mendatang.

Seperti dilaporkan AP, Rabu (19/1/2022), program yang didukung Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang dikenal sebagai Covax ini telah mengirimkan lebih dari satu miliar dosis sejak pengiriman dimulai hampir setahun yang lalu.

Tujuan awal Covax adalah untuk memberikan 2 miliar dosis pada akhir tahun 2021, tetapi kekurangan uang tunai ketika kesepakatan vaksin dibuat membuatnya terlambat, dan sebagian besar dosis vaksin dunia telah diberikan ke negara-negara kaya yang terikat kontrak.

Seperti yang terjadi sekarang, kurang dari 10% orang di negara berpenghasilan rendah telah menerima setidaknya satu dosis, sementara lebih dari 60% dari keseluruhan populasi dunia telah divaksinasi. Sebagian negara bahkan sudah memberikan tiga atau empat dosis.

Seth Berkley, CEO Gavi, organisasi kesehatan global yang ikut mendirikan inisiatif Covax, mengatakan bahwa dana itu adalah kunci untuk memasok negara-negara miskin dengan suntikan vaksin sekarang dan pada masa depan tetapi Covax sekarang pada dasarnya kehabisan uang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI