Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Biden: Perlu Usaha Keras untuk Turunkan Tingkat Rekor Inflasi di AS

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:31 WIB
Oleh : Grace El Dora / LES
Presiden AS Joe Biden berbicara saat konferensi pers di Ruang Timur Gedung Putih, pada Rabu 19 Januari 2022, di Washington, DC. -

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan, langkah untuk menurunkan tingkat rekor inflasi negaranya akan membutuhkan usaha keras. Tetapi ia meyakini, kenaikan harga akan mereda jika gangguan pada rantai pasokan dan masalah kekurangan komponen teratasi.

"Inflasi ada hubungannya dengan rantai pasokan. Orang-orang mengalaminya di pompa bensin, toko kelontong, dan di tempat lain," kata presiden pada konferensi pers menjelang peringatan satu tahun menjabat, Kamis (20/1/2022).

Biden mengatakan, ketentuan dalam usulan anggaran dalam program Build Back Better, yang terhenti di Kongres, akan memperbaiki situasi. "(Tetapi) itu akan sulit dan membutuhkan banyak pekerjaan," lanjutnya.

Indeks harga konsumen (CPI) pada ekonomi AS melonjak ke level tertinggi selama beberapa dekade, yakni sebesar 7% tahun lalu. Hal ini diakibatkan adanya lonjakan permintaan dari konsumen, sementara bisnis menghadapi kekurangan tenaga kerja dan pasokan penting terhambat. Di antaranya masalah pasokan semikonduktor serta penundaan pengiriman secara global.

Tingkat popularitas kepemimpinan Biden turun setelah inflasi meningkat. Kondisi ini mendorong pemerintah mengumumkan langkah-langkah kebijakan harga tetap di berbagai industri, termasuk rumah jagal, untuk menurunkan harga daging. Pemerintah juga akan meningkatkan produksi semikonduktor dan melepaskan cadangan minyak untuk mengendalikan harga gas.

Biden mengatakan, Federal Reserve (The Fed) memiliki pekerjaan penting dalam memastikan bahwa kenaikan harga tidak meluas.

Setelah memberikan dukungan luar biasa kepada ekonomi, kata Biden, sudah sepantasnya Gubernur Fed Jerome Powell telah mengindikasikan kalibrasi ulang dukungan yang sekarang diperlukan.

Presiden dari Partai Demokrat tersebut telah menominasikan Powell, seorang Republikan, untuk menjalani masa jabatan kedua sebagai gubernur bank sentral independen. The Fed bersiap untuk segera menaikkan suku bunga pada Maret. Pihaknya mungkin akan menaikkan suku bunga sebanyak empat kali tahun ini untuk mengendalikan kenaikan harga.

"(Tetapi) hal terbaik untuk mengatasi harga tinggi adalah ekonomi yang lebih produktif dengan kapasitas yang lebih besar, untuk mengirimkan barang dan jasa kepada rakyat Amerika," lanjut Biden.

Dia berpendapat, program Build Back Better yang akan menyalurkan dana lebih dari satu triliun dolar juga akan mengendalikan inflasi. Anggaran ini akan digunakan untuk meningkatkan layanan sosial di Amerika dan memerangi perubahan iklim. Tetapi program tersebut kekurangan dukungan suara dari anggota parlemen Demokrat yang penting di Senat.

Di sisi lain Biden mengatakan, pemerintahannya sedang berupaya menghapus tarif barang-barang Tiongkok yang dikenakan oleh pendahulunya, Donald Trump. Tetapi pemerintah Tiongkok dinilai harus berbuat lebih banyak untuk memenuhi komitmen perdagangan.

"Kami belum sampai di sana (untuk menghapus tarif atas Tiongkok)," kata Biden kepada wartawan, ketika ditanya tentang prospek mengakhiri tarif.

Pada konferensi pers menjelang ulang tahun pertama pelantikannya, Biden mengatakan, Perwakilan Dagang AS Katherine Tai sedang mengerjakan masalah dengan Tiongkok. Tetapi ia menilai waktunya belum pasti.

Trump sebelumnya memberlakukan tarif atas produk-produk Tiongkok senilai US$ 370 miliar pada 2018, dengan alasan praktik perdagangan yang tidak adil.

Tetapi banyak perusahaan AS telah mengkritik kebijakan pungutan tersebut. Langkah menaikkan biaya, karena importir menanggung beban dampak, telah menambah kekhawatiran. Pasalnya, kekurangan produk-produk utama telah menyebabkan inflasi AS melonjak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI